Gunung Rinjani Akan Jadi Geopark UNESCO

Gunung Rinjani Akan Jadi Geopark UNESCO

  Selasa, 17 May 2016 13:56

Berita Terkait

GUNUNG Rinjani, gunung tertinggi kedua di Indonesia, kemungkinan akan memperoleh status sebagai Geopark UNESCO.

Pekan depan, Tim Assesor UNESCO akan memulai serangkaian misi evaluasi dan penilaian kelayakan Gunung Rinjani sebagai geopark. Jika seluruhnya berjalan lancar, rekomendari Tim Asessor akan dilayangkan ke UNESCO, September 2016.

Tim Assesor terdiri dari Maurizio Burlando (Italia) dan Lee Jae-soo (Korea Selatan). Keduanya akan didampingi Prof Ibrahim Koomoo dan Dr Nurhayati, assesor Geopark Asia-Pasifik dari Malaysia, yang khusus didatangkan pemerintah Indonesia.

Keempatnya akan melakukan misi evaluasi selama tiga hari. Mereka akan menilai Keanekaragaman hayati (biodiversity) keanekaragaman geologi
(geodiversity) dan keanekaragaman budaya (culture diversity) Gunung Rinjani.

Yunus Kusumasubrata, ketua Task Force Geopark Indonesia, mengatakan Indonesia akan berusaha keras memperjuangkan Gunung Rinjani menjadi Geopark Dunia. "Hanya Gunung Rinjani yang kami usulkan. Jadi, kami benar-benar maksimal," ujarnya.

Yunus melanjutkan: "Saya sangat yakin Gunung Rinjani layak menjadi Geopark Dunia. Rinjani sangat siap."

H Chairul Mahsul, manajer Geopark Rinjani, mengatakan selama tiga hari misi evaluasi akan ada tiga titik yang didatangi Tim Assesor UNESCO. Penilaian akan dimulai dengan pemaparan singkat oleh Sekretarian Geopark Rinjani, dan dilanjutkan dengan penilaian lapangan.

Titik pertama yang akan didatangi asesor adalah Pondok Pesantren Nurul Haramain di Narmada. Di sini, assesor akan menilai program konservasi yang menjadi bagian Geopark Goes To School.

Dari Pesantren Nurul Haramain, tim akan memverifikasi situs geosite di Aik Berik, Lombok Tengah, dan diteruskan ke air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu.

Asesor juga akan berdialog dengan lembaga masyarakat lokal di kawasan wisata tersebut.
Berikutnya tim asesor mengunjungi Lembah Sembalun, untuk melihat dari dekat bagaimana masyarakat mengelola dan mendapat manfaat dari Gunung Rinjani.

Misi evaluasi berikut ke Desa Bayan Beleq untuk melihat kekayaan budaya. Mengecek pos Taman Nasional Gunung Rinjani dan juga jalur pendakian di Senaru. Pada hari terakhir tim akan mengunjungi Gili Trawangan untuk melihat situs Lava Bantai dan bermalam.

Menpar Arief Yahya mengatakan Gunung Rinjani harus terdaftar sebagai Geopark UNESCO. Jika itu terjadi, Lombok akan punya atraksi kelas dunia.**

Berita Terkait