Gunakan untuk Pendidikan, Bumil, dan Balita

Gunakan untuk Pendidikan, Bumil, dan Balita

  Kamis, 4 Agustus 2016 09:53
SERAH BANTUAN: Sekretaris Daerah Ketapang Drs HM Mansur MSi menyerahkan kartu bantuan dana tunai Program PKH untuk keluarga sangat miskin di Kantor Pos Ketapang, kemarin (3/8). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Sebanyak 5.703 keluarga sangat miskin (KSM) di Kabupaten Ketapang menerima bantuan dana tunai bersyarat program keluarga harapan (PKH) tahap II tahun 2016. Program pendidikan dan kesehatan dari Kementerian Sosial RI tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan peningkatan kualitas kesehatan bagi penerima program PKH untuk masyarkat sangat miskin.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Ketapang Drs Mat Noor Hamid mengungkapkan, dari 5.703 penerima KSM PKH di Kabupaten Ketapang, masih ada satu kecamatan yang belum terakomodir, yaitu Pemahan. Namun saat ini dipastikan dia, sedang diusulkan untuk mendapatkan program tersebut.

“Kepada penerima dana PKH agar dapat memanfaatkan dana itu membantu biaya pendidikan dan kesehatan ibu hamil dan balita,” kata Mat Noor dalam acara Lauching Pembayaran Bantuan PKH Tahap II yang berlangsung di halaman Kantor Pos Ketapang, Rabu (3/8).  

Dia memaparkan bahwa pada tahun ini juga ada penambahan sebanyak 4.855 KSN, dengan rincian untuk tingkat SD mendapat Rp450 ribu, SMP (Rp750 ribu), dan SMA, Rp1 juta. Sedangkan untuk  kesehatan ibu hamil dan balita, menurutnya, mendapatkan Rp1,2 juta selama satu tahun.

Untuk penyaluran dana tersebut, dijelaskan Mat Noor, bahwa dana yang tersebut langsung melalui rekening penerima KPKH melalui kantor pos terdekat per-triwulan. Untuk memantau manfaat penyaluran dana tunai tersebut, mereka bahkan telah menyiapkan pendamping di setiap kecamatan. Dipastikan dia jika para penerima PKH akan dipantau tim pendamping, dengan melihat perkembangan anak di sekolah mereka masing-masing, maupun di puskesmas dan posyandu. “Kalau KSM anaknya sering tidak masuk sekolah, maka bantuan yang diterima akan dipotong sesuai dengan hari tidak masuk sekolah. Demikian juga dengan ibu hamil dan balita, apa bila tidak memeriksakan kesehatan kandungan dan tidak memberikan imunisasi kepada balita di puskesmas atau  posyandu terdekat, akan dipotong juga,” jelas Mat Noor.

Sementara itu Wakil Bupati Ketapang melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Drs HM Mansur mengungkapkan mengenai berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah, dalam penanggulangan kemiskinan di daerah. Disebutkan dia mengenai peluncuran berbagai program seperti berupa bantuan beras miskin (raskin), program keluarga harapan, program bantuan bantuan siswa miskin, program PMPN Mandiri, program kredit usaha rakyat (KUR), hingga program kartu keluarga sejahtera. “Satu di antara program yanng ditunggu masyarakat miskin yang ter-cover program keluarga harapan yang disalurkan di 19 kecamatan hari ini (kemarin, Red),” kata Sekda menyampaikan sambutan Wakil Bupati.

Dengan bantuan tersebut diharapkan Sekda akan terjadi pengurangan kemiskinan di Kabupaten Ketapang, melalui PKH. Dia juga berharap agar program keluarga harapan kepada Kementerian Sosial RI terus berlanjut  sampai tuntas, sehingga usia pendidikan dasar 12 tahun yang akhirnya terwujud generasi penerus yang lebih baik.

Program keluarga harapan ini disampaikan Sekda, merupakan bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskisn (RTSM), yang telah ditetapkan  oleh Kementerian Sosial RI sebagai peserta dengan kewajiban memenuhi persyaratan dan komitmen dalam bidang pendidikan dan kesehatan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sekda menegaskan jika keluarga penerima program ini mempunyai hak untuk menerima bantuan tunai bersyarat, sesuai komponen bidang kesehatan dan pendidikan yang dimiliki menerima pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, polindes, pustu, posyandu, dan jaringannya, serta menerima pelayanan pendidikan dasar  12 tahun. Kewajiban yang harus dipenuhi oleh penerima program ini, ditegaskan Sekda adalah harus menyekolahkan anaknya sampai usia wajib dasar 9 tahun, memantau tumbuh kembang anak dan pemberian imunisasi lengkap, melakukan pemeriksaan kehamilan, serta persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. (afi/ser)

Berita Terkait