Gula Rafinasi Masuk Kalbar

Gula Rafinasi Masuk Kalbar

  Senin, 17 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

KAPUS HULU-Wilayah perbatasan menjadi pintu masuk favorit bagi pelaku penyelundupan. Terbukti, Polres Kapuas Hulu berhasil mengamankan sebnyak 1.2 Ton gula pasir asal Sarawak Malaysia Timur. Gula pasir yang diduga sebagai gula rafinasi itu diamankan di salah satu gudang di Jalan Umar Juned, Desa Semitau, Kecamatan Semitau, Kabupaten kapuas Hulu, Sabtu (15/10).

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Suhadi mengungkapkan,  penangkapan gula rafinasi berawal dari informasi masyarakat terkait adanya kegiatan pembongkaran gula rafinasi asal Malaysia di salah satu gudang milik Us, di Jalan Umar Juned, Desa Semitau, Kecamatan Semitau, Kabupaten kapuas Hulu.

Mendapat informasi tersebut, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan dan arahan arahan agar dalam melakukan penangkapan tidak menimbulkan gejolak.

Tim pun berangkat ke Semitau untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, setelah tiba di lokasi  ternyata benar, tim menemukan gula pasir rafinasi sebanyak 1.2 ton  terdiri dari 210 kantong, setiap kantongnya seberat 1 kilo gram, 67 kantong besar masing berisi 12 kilogram dan 4 karung gula merk GPT masing masing 50 kilogram.

Terhadap tersangka dikenakan pasal 197 jo 106 Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana paling lambat 15 tahun dan denda paling banyak 1.5 Milyard dan pasal 62 ayat 1 jo paaal 8, undang undang  nomor 8 tahum 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman  5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar.

Terpisah, Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak mengungkapkan, saat ini bangsa Indonesia termasuk Kalimantan Barat, sedang menghadapi perang proxy, perang tanpa mengangkat senjata, tetapi dengan menggunakan pihak ketiga seperti melemahkan bangsa Indonesia melalui narkoba, melalui gula rafinasi,  daging yang belum bebas dari penyakit mulut dan kuku.

"Kondisi ini ternyata tidak disadari oleh masyarakat, mereka masih saja mengkonsumsi gula rafinasi yang dapat menimbilkan berbagai penyakit  diantaranya diabetes melitus atau kencing manis, belum lagi daging yang belum bebas dari penyakit mulut dan kuku, kesemuanya jika dikonsumsi oleh warga masyarakat, maka yang akan terjadi adalah melemahnya etos kerja dan menurunnya produktifitas kerja," katanya.

Belum lagi dengan masuknya narkoba melalui Kalimantan Barat, akan berimplikasi atau berdampak terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Kalimantan Barat, diantaranya penyakit HIV/AIDS, timbulnya kejahatan berdemensi baru, termasuk kejahatan konvensional.

"Oleh karenanya kami menghimbau masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi gula rafinasi,  lebih baik menggunakan gula Indonesia yang sudah dijamin hygienenya," imbaunya.

Sebelumnya, Polres Kapuas Hulu juga mengamankan sebanyak 93 karung gula rafinasi asal Malaysia pada Rabu (5/10).

Peristiwa penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, dimana pada hari Rabu (5/10) sekira pukul 09.00 Wib anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu mendapatkan informasi  dari masyarakat, telah terjadi pembongkaran gula illegal dari kendaraan ke gudang milik Samsiono di Desa Nanga Kalis Dusun Karya Suci Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu.

Setelah mendapatkan informasi itu, anggota Reskrim langsung  bergerak melakukan pengecekan ke lokasi. Sesampainya di lokasi, Tim berhasil menemukan adanya gula pasir yang diduga berasal dari Malaysia sehingga penyidik langsung mengamankan gula dan pemiliknya ke Mapolres Kapuas Hulu guna dilakukan proses lebih lanjut. (arf)

 

            

Berita Terkait