Gula Ilegal Diamankan

Gula Ilegal Diamankan

  Jumat, 7 Oktober 2016 08:20

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Jajaran Polres Kapuas Hulu kembali mengamankan barang ilegal dari Malaysia. Kali ini yang ditangkap polisi berupa gula ilega sebanyak 5.742 kilogram. Yang terdiri dari 93 karung dengan berat perkarungnya 50 kg dan 91 kantong gula dengan berat perkantongnya 12 kg. Gula tersebut dibawa oleh warga melalui jalan resmi yakni pada Pos Pelayanan Lintas Batas (PPLB) Badau.

 Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu AKP Muhammad Aminuddin, SIK pada Kamis (6/10) menerangkan, gula rafinasi ilegal ditangkap anggotanya di gudang toko fajar utama yang terletak di Dusun Karya Suci Kecamatan Kalis pada Rabu (05/10) sekitar pukul 09.30 wib. Digudang itu polisi mengamankan gula ilegal asal Malaysia yang dibawa pedagang itumelalui PPLB Badau sebanyak 5.742 kilogram gula.

 “Gula itu 93 karung dengan berat 50 kg per karung dan 91 kantong dengan berat 12 kg per kantong,” jelasnya.

Selain mengamankan gula, polisi juga mengamankan alat penjahit karung dan 50 karung kosong yang siap diisi dengan gula asal Malaysia.Diceritakannya, penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menyatakan ada gudangpenyimpanan gula Malaysia diwilayah Nanga Kalis.

Kemudian, sambung dia lagi, anggotanya melakukan pengecekan disekitar lokasi yang dimaksud dan menemukan gudang gula ilegal tersebut.

"Nama pemilik gula ilegal itu Sam, Penangkapan dilakukan di gudang. Gula itu ternyata dari karung gula Malaysia dioplos ke karung gula Indonesia," terang dia.

Berdasarkan keterangan dari pemilik gula, dia mengaku sudah berbisnis gula ilegal sejak tahun 2012.

Kasat Reskrim mengatakan, pemilik gula sempat diamankan, hanya saja, karena tersangka memiliki riwayat penyakit jantung dan penyakit lainnya, maka dia kami lakukan penahanan luar. Tersangka pemilik gula ilegal, dikenakan undang-undang perlindungan konsumen atau pangan pasal 62 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a, g, h, i dan J. Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 99 tentang perlindungan konsumen.

Selain itu, kata Aminuddin, tersangka juga akan dikenakan pasal 141,pasal 142 Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2012 tentang pangan.

"Gula itu bukan untuk konsumsi, tapu untuk buat kue, sehingga jika langsung dikonsumsi dapat membahayak kesehatan masyarakat," katanya. Untuk itu, kedepan jalur-jalur yang menjadi aksesmasuk dan keluarnya barang-barang ilegal akan dilakukan patroli rutin.

Polisi juga akan meningkatkan patroli terhadap mobil-mobil truk dan bila ditemukan membawa barang ilegal akan dilakukan penindakan tegas.

Dikatakannya, masuknya barang ilegal ini mungkin karena banyak oknum yang mempermudah. Sehingga memudahkan masyarakat memasukan barang ilegal ke Kapuas Hulu. Masyarakat juga terbantu dengan gula rafinasi, karena harganya murah.(aan)

Berita Terkait