Gudang Handphone Diduga Dibakar

Gudang Handphone Diduga Dibakar

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:28
BERKOBAR LAGI: Memasuki hari ke tiga, kebakaran di Jalan Gusti Situt Mahmud, Pontianak, kemarin (25/10) api berkobar lagi. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Wawako Berang Aturan Asuransi Terkait Kebakaran

PONTIANAK - Seorang karyawan PT World Innovative Telecomunication (WID), Rv ditangkap polisi. Ia diduga sengaja membakar gudang penyimpanan telepon genggam di Komplek Mega Mall Block E 16-17, Kecamatan Pontianak Selatan pada Selasa, 11 Oktober lalu. 

Perbuatan pelaku membakar gudang tersebut terungkap berkat rekaman kamera pengintai. Di dalam rekaman, terlihat pelaku masuk ke dalam gudang lalu mengambil korek dan tiba-tiba api muncul. Tak lama kemudian berlari keluar untuk menyelamatkan diri. 

Bahkan rekaman kamera juga dengan jelas merekam kaki kanan pelaku terbakar saat hendak keluar dari dalam gudang.  

Kepala Divisi Hukum PT WID Jakarta, Arif Tirtana mengatakan, pihaknya saat itu mendapat laporan dari petugas keamanan bahwa gudang terbakar. “Saya awalnya mengira benar-benar kebakaran ternyata saat polisi datang dan mencari bukti terungkap kalau gudang itu sengaja dibakar oleh pelaku,” kata Arif, ditemui di kantornya, di Pontianak, Selasa (25/10). 

Menurut dia, terungkapnya pelaku pembakar gudang tersebut menimbulkan dugaan lain. Pelaku diduga sengaja membakar karena hendak menghilangkan alat bukti dari kasus penggelapan 1.755 unit telepon genggam. “Jadi sebelum gudang kami dibakar, sebanyak 1.755 handpone digelapkan. Total kerugian yang dialami perusahaan mencapai Rp3,9 miliar,” ungkap Arif. 

Arif mengatakan diduga dari dua kasus tersebut memiliki keterkaitan, pasalnya sebelum gudang dibakar rencananya petugas PT WID pusat hendak melakukan audit barang di gudang, namun rencana itu bocor. 

“Dugaan kami, baik pelaku penggelapan dan pelaku pembakar gudang ini sudah bekerjasama. Agar kasus penggelapan itu tidak terungkap, maka Rv membakar gudang dengan harapan alat bukti hilang,” terangnya. 

Namun, lanjut dia, kebenaran masih berpihak kepada pihaknya, upaya membakar gudang yang dilakukan pelaku tak tercapai lantaran genset yang dibakar tersiram air dari pompa air yang ada di dalam gudang. 

“HP kami ini digelapkan, para pelakunya membobol sistem. Di sistem barang seperti ada namun kenyataannya digudang sudah hilang. Tentu ini tidak mungkin dilakukan seorang diri, sudah pasti melibatkan sejumlah orang,” ucapnya. 

Arif berharap kepolisian dapat mendalami kasus pembakaran gudang tersebut untuk mengungkap pelaku penggelapan barang yang sampai saat ini masih belum tertangkap. “Kami menduga kasus kebakaran dan penggelapan ini melibatkan orang dalam. Tentu harapan kami polisi dapat mengungkapnya,” harapnya. 

Hampir dua minggu kasus pembakaran gudang tersebut berlalu. Namun, Kepolisian Sektor Pontianak Selatan, baru menetapkan satu tersangka, yakni pelaku pembakar gudang, RV. 

Sementara pada kasus penggelapan yang diduga memiliki kerkaitan dengan kasus pembakaran sampai dengan saat ini belum mampu ditangkap. Polisi diminta untuk profesional dalam menangani kasus tersebut demi mengungkap para pelakunya. 

Sementara itu, Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Ridho Hidayat membenarkan jika pihaknya telah menangkap seorang karyawan PT WID, Rv, yang melakukan pembakaran gudang. “Dari hasil penyidikan dan petunjuk yang didapat, kami akhirnya menangkap RV sebagai pelaku pembakar gudang,” kata Ridho. 

Ridho menjelaskan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan petunjuk, yakni rekaman kamera pengintai  di dalam gudang yang merekam perbuatannya. “Tersangka ditangkap di lokasi kebakaran,” ucapnya. 

Saat ditanya tujuan tersangka membakar gudang,  Ridho enggan membeberkannya pengakuan pelaku. “Berdasarkan hasil penyidikan dengan didukung bukti yang ada, diduga karena dibakar. Pernyataan dari tersangka nilainya nol untuk pembuktian,” jawab Ridho. 

Pada kasus lain, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berang dengan aturan pihak asuransi yang tak memperbolehkan membongkar bangunan bekas kebakaran. Kejadian ini diketahui, usai dia meninjau lokasi kebakaran, di Jalan Situt Mahmud, Kelurahan Siantan Tengah, Pontianak Utara, Selasa pagi. Alasan pemilik ruko tak ingin bangunannya dibongkar karena telah diasuransikan.  

Ruko-ruko yang telah dilalap api rawan  roboh. Makanya harus dibongkar. Namun, untuk pembongkaran bangunan justu menemui kendala. “Yang jadi masalah, ada bangunan ruko yang di asuransikan. Pemilik bersikeras tak mau dibongkar, karena bangunannya diasuransikan,” tukasnya.

Kalau untuk keselamatan seharusnya ruko ini segera dibongkar. Kalau tidak dibongkar kasihan warga karena bangunan dapat membahayakan sewaktu-waktu bisa roboh. “Ke depan harus ada ketegasan dengan asuransi, kalau kebakaran seperti ini tidak ada alasan bangunan tidak boleh dibongkar,” tegasnya.

Kondisi korban kebakaran sudah ditangani BPBD Kota Pontianak. Total ada 89 jiwa. Saat  ini sebagian korban kebakaran di tampung di posko BPAS Siantan, sebagiannya lagi ada yang menginap di rumah keluarga. Pemerintah Kota Pontianak juga memberi bantuan makanan siap saji 3 kali sehari. Untuk perlengkapan masak juga akan disiapkan. 

Terpisah, Anggota DPRD Kota Pontianak, dapil Kecamatan Pontianak Utara, Atika Amelia menekankan agar anak-anak korban kebakaran dipastikan harus tetap sekolah. “Saya minta ketua RT atau Lurah pro aktif melakukan pendataan. Bagaimanapun mereka harus sekolah,” tegas Politisi Nasdem itu.

Ia minta Dinas Pendidikan cari solusi. Mereka anak penerus bangsa. “Putra-putri daerah jangan sampai putus sekolah,” tegasnya.(adg/iza) 

Berita Terkait