Gubernur Sulut Meriam, Tambah Bonus Rp10 Juta untuk Pemenang

Gubernur Sulut Meriam, Tambah Bonus Rp10 Juta untuk Pemenang

  Rabu, 6 July 2016 05:31
Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis bersama Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Musyafak dan sejumlah pejabat lainnya saat menyulut meriam pertama tanda dimulainya Festival Meriam Karbit 2016, di tepian Sungai Kapuas kawasan banjar serasan, Jl Tanjung Raya 2, Pontianak timur, Selasa (5/7/2016) malam.

Berita Terkait

GUBERNUR Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH menyulut permainan meriam karbit. Menurutnya  permainan meriam karbit sudah ada sejak jaman dahulu yang diyakini mengusir setan agar tidak mengganggu. Permainan Meriam Karbit dilakukan menjelang Lebaran. “Meriam Karbit merupakan tradisi turun temurun Melayu Kalbar,"  ujar Cornelis, usai membuka Festival Meriam Karbit di di Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Gang Muhajirin, Selasa  (5/7) malam.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis. MH. menyerahkan bantuan kepada panti asuhan dan  melakukan pemukulan bedug di istana rakyat Kalimantan Barat bersama Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andika Perkasa, Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol. Musyafak. dalam rangka Bhakti Sosial dan Silaturahmi Ramadhan pemerintah Provinsi Kalbar. Setelah itu menuju lokasi pembukaan Festival Meriam Karbit menggunakan Kapal Polairud Polda Kalbar dari Alun Kapuas menuju Banjar Serasan disambut Walikota Pontianak Sutarmidji.

Orang nomor satu di Kalbar itu akan memberikan hadiah 10 Juta Rupiah kepada  siapa yang nantinya menjadi pemenang.

Cornelis berpesan agar tradisi Meriam Karbit terus dilestarikan dan dikemas semakin baik karena ini merupakan budaya tradisional yang bisa ditawarkan kepada turis baik nasional maupun mancanegara, “Beritahu dunia kalau di Pontianak setiap lebaran ada Meriam Karbit, yang bunyinya hampir sama seperti rudal atau stinger, begegar lutut, sampai ke telinga, kalau jantung alang-alang (tidak kuat) usah dekat, jauh-jauh jak,” ujar Cornelis dengan logat Melayu Pontianak. Diungkapkan mantan Camat Menjalin itu, permainan meriam telah ada sejak dirinya masih kecil. Saat itu permainan meriam menggunakan bambu yang ditiup. Saat menyala dan tidak hati-hati dapat membakar bulu mata.

Usai membuka resmi Festival Meriam Karbit, dentuman rebana mengiringi sirine.  Mantan Bupati Landak itu juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kota Pontianak akan menata tepian Sungai Kapuas menjadi lebih baik, sehingga keindahannya bisa dinikmati masyarakat, apalagi antusiasme masyarakat melihat Pestival Meriam Karbit luar biasa. Disatu sisi, Cornelis mengingatkan masyarakat agar merayakan lebaran dengan meriah namun tetap sederhana.

Kepala Disbudpar Kota Pontianak, Hilfira Hamid mengatakan, sebanyak 154 meriam yang ikut festival. Namun yang tidak ikut jumlahnya juga cukup banyak, sekitar 300 peserta.

Mengenai jumlah kepesertaan yang ikut festival, tahun ini diakuinya memang agak berkurang. Tetapi tetap ramai jika dihitung secara keseluruhan. “Karena yang ikut festival tidak boleh menggunakan meriam besi, sedangkan yang main banyak juga yang menggunakan meriam besi.**

Berita Terkait