Gubernur Simbol Koordinasi, Presiden Minta Pemda Patuh pada Pusat

Gubernur Simbol Koordinasi, Presiden Minta Pemda Patuh pada Pusat

  Sabtu, 13 February 2016 08:31
Foto Raka Deny / Pontianak Post

Berita Terkait

JAKARTA - Pelantikan gubernur dan wakil gubernur pertama kali oleh presiden di Istana Negara, seolah menjadi pesan implisit yang ingin disampaikan bahwa pemerintah daerah harus patuh pada pemerintah pusat. Pesan itu kembali ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara benderang saat menyampaikan amanat presiden pada tujuh pasangan gubernur dan wakil gubernur.

''Saya ingatkan, gubernur dan wakil gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah,'' ujarnya usai pengambilan sumpah dan pelantikan di Istana Negara kemarin (12/2).Berbeda dengan pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang selama ini dilakukan menteri dalam negeri, kemarin tujuh pasangan gubernur dan wakil gubernur dilantik langsung oleh presiden di Istana Negara dengan upacara kenegaraaan.

Pasangan gubernur dan wakil gubernur yang dilantik adalah Sahbirin Noor dan  Rudy Resnawan (Kalimantan Selatan), Zumi Zola dan Fachrori Umar (Jambi), Irwan Prayitno dan Nasrul Abit (Sumatera Barat), Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (Sulawesi Utara), Muhammad Sani dan Nurdin Basirun (Kepulauan Riau), Irianto Lambrie dan Udin Hianggio (Kalimantan Utara), serta Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah (Bengkulu).

Usai menerima petikan Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur di ruang credential Istana Merdeka. Tujuh pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih lantas dikirab melalui halaman tengah dari Istana Merdeka menuju Istana Negara dengan diiringi alunan instrumental lagu Genderang Kemenangan oleh marching band Paspampres.

 

Menurut Jokowi, gubernur dan wakil gubernur harus berpedoman pada visi dan misi presiden dalam menjalankan program pembangunan di daerah. Karena itu, sinergi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian/Lembaga merupakan keharusan. ''Gubernur dan wakil gubernur adalah simbol penting koordinasi dengan pemerintah pusat,'' katanya.

 

Jokowi juga menularkan visi Kerja Kerja Kerja kepada para kepala daerah. Menurut mantan walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta itu, kepala daerah harus rajin turun ke lapangan untuk mengetahui langsung permasalahan di masyarakat dan memberikan solusinya. ''Jadi, jangan hanya bekerja di belakang meja,'' ucapnya.

Jokowi mengatakan, usai terpilih dan dilantik, kepala daerah harus mau bekerja siang malam untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan rakyat, mulai dari air bersih, listrik, layanan transportasi yang terjangkau, hingga akses pada pendidikan dan kesehatan. ''Ciptakan lapangan kerja, kurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial,'' ujarnya.Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menyatakan, para Gubernur yang dilantik kemarin harus langsung bekerja. Sebab, penjabat gubernur yang saat ini mengisi kekosongan jabatan sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, khususnya sebagai pengguna anggaran. Tidak perlu lagi masa transisi.

’’Sehingga, gubernur, wali kota, dan bupati baru otomatis langsung kerja dalam rangka penyerapan anggaran yang berkesinambungan,’’ terangnya sebelum pelantikan kemarin. para kepala daerah juga harus langsung tune in dengan DPRD untuk mempersiapkan perubahan APBD. Hal itu dilakukan agar anggaran bisa sesuai dengan janji kampanye.Dia mengingatkan, Gubernur merupakan tangan kanan presiden sekaligus wakil pemerintah pusat di daerah. Gubernur akan menjembatani kepentingan pusat dan daerah agar bisa terlaksana dengan efektif dan menguntungkan masyarakat di daerah. (owi/byu/sof)

Berita Terkait