Gubernur Setujui Bandara ke Pelang

Gubernur Setujui Bandara ke Pelang

  Senin, 25 September 2017 10:00
RAPAT RELOKASI: Bupati Ketapang Martin Rantan SH saat memimpin rapat percepatan relokasi Bandara Rahadi Oesman ke Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, di Pendopo Bupati Ketapang, Jumat (22/9). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang merelokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang ke Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, telah mendapat dukungan dari Gubernur Kalbar, Drs Cornelis MH. Hal tersebut diungkapkan Bupati Ketapang Martin Rantan SH, saat menyampaikan arahan pada Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Kegiatan Perangkat Daerah dalam Rangka Percepatan Relokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang, yang dihadiri oleh SKPD, dunia usaha, serta tokoh masyarakat, bertempat di Ruang Rapat Pendopo Bupati Ketapang, Jumat (22/9).

“Dalam perjalanan diusulkan ke Direktorat Perhubungan Udara, kita menunggu rekomendasi dari Gubernur dan rekomendasi persetujuan relokasi bandara itu sudah diterbitkan Pak Gubernur,” ungkap Bupati sambil menunjukkan Rekomendasi Gubernur saat memimpin rapat koordinasi tersebut. Menurut Bupati, dengan ini Pemkab sangat berkepentingan untuk mengundang seluruh stakeholders maupun dunia usaha, aktivis, dan para tokoh masyarakat untuk sama-sama mendukung secara moral relokasi Bandara Rahadi Oesman. “Bandara ini diperlukan dalam rangka melengkapi  infrastruktur daerah Ketapang, untuk menunjang kegiatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Ketapang,” jelasnya.

Untuk selanjutnya, dia menjelaskan bahwa langkah-langkah mempercepat proses relokasi bandara, termasuk merubah status kawasan. Karena, dia menambahkan, kawasan yang termasuk titik koordinat bandara ini sebagian masih merupakan kawasan HPL dan sebagian lagi ada hutan produksi terbatas.

Dengan disetujuinya bandara di Desa Pelang, maka infratruktur jalan pendukung ke Bandara menurut Bupati akan diusulkan menjadi jalan nasional. Maka, dia menambahkan, untuk ruas jalan nasional saat ini mulai dari simpang Siduk sampai ke simpang Agoesdjam, kemudian akan diteruskan ke Jalan R Suprapto – Jembatan Pawan I, terus ke Desa Pelang.

“Oleh karena itu pembiayaan rencana pembangunan jalan ke Desa Pelang harus disesuaikan desainnya, hingga ke depan jalan ini bisa dibuat dua jalur,” harapan Bupati.

Dipaparkan dia juga, dalam Rekomendasi Gubernur tersebut luas yang diberikan hanya 386 hektare, di mana area itu untuk runway. Untuk itu, dia mengungkapkan bahwa Pemkab perlu menambah perluasan area untuk diatur tata ruang  detail kondisi perumahan dan lingkungan, termasuk gedung kantor gudang bahkan termasuk dem area pertanian di sekitarnya.

Bupati menginstruksikan relokasi bandara ini harus segera, sehingga stakaholders diminta untuk bekerja cepat dan taktis, agar izin prinsif dapat segera terbit. “Setelah izin prinsif terbit kita akan mengundang seluruh perusahaan investasi yang ada di Ketapang ini, kita keroyok, buka lahan tersebut baru kita undang Dirjend Perhubungan Udara bahwa lahan bandara kita sudah siap dibangun,” terang Bupati. (afi/ser)

Berita Terkait