Gubernur Minta Tenaga Kesehatan Siaga Pasca-Banjir

Gubernur Minta Tenaga Kesehatan Siaga Pasca-Banjir

  Sabtu, 27 February 2016 08:28
BANTUAN: Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH menyerahkan bantuan bencana banjir kepada Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, di halaman puskesmas Seluas Kab. Bengkayang, Jumat (26/2) sore. HUMAS

Berita Terkait

BENGKAYANG—Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH meminta supaya tenaga kesehatan siaga pasca-banjir melanda beberapa daerah di Kalbar seperti di Sambas, Bengkayang, Landak, dan Sanggau. "Tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat supaya siaga pasca-banjir karena mengantisipasi penyakit diare  dan penyakit lainnya. Siapkan juga obat-obatan yang diperlukan," ujar Cornelis, usai penyerahan bantuan banjir di halaman puskesmas Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Jumat (26/2).

Pada kesempatan itu Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat menyerahkan bantuan satu ton beras. Bantuan tersebut diserahkan langsung Kepala Baguna Kalbar, Angeline Fremalco, SH., kepada Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, SPd, MSi.Selain itu, ada pula bantuan dari PMI Kalbar berupa selimut yang diserahkan Ketua PMI Kalbar, Ny Frederika Cornelis, SPd. Dalam kesempatan ini, bantuan dari Yayasan Setia Negara pun ikut diserahkan.

Cornelis dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kiprah Baguna. Lembaga yang baru dibentuk pada 23 Februari lalu itu langsung tanggap terhadap bencana di Kalbar dengan menyalurkan bantuan ke lokasi banjir.   Menurut Cornelis, bencana banjir di Kalbar tahun ini sebenarnya sudah ditangani pemprov beberapa waktu lalu, termasuk penanganan pasca-banjir. "Putusnya jembatan di Lumar, Kabupaten Bengkayang langsung ditangani sehingga sekarang sudah bisa dilewati," ujar Cornelis.

Ia meminta kepada instansi terkait untuk menginventarisasi kerugian akibat banjir, misalnya luas sawah yang gagal panen, serta jumlah tempat tinggal yang rusak. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak berdiam di daerah yang rawan banjir, tetapi mencari dataran yang lebih tinggi.     

Kata Cornelis, bencana banjir ini adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat sehingga siapa pun boleh memberikan bantuan tanpa memandang suku, agama, partai, dan golongan. "Semua adalah masyarakat kita, harus dibantu," pungkas Cornelis.(Nasir Humasprov)                          

 

Berita Terkait