Gubernur Kunjungi Istana Kesultanan Sambas

Gubernur Kunjungi Istana Kesultanan Sambas

  Rabu, 14 June 2017 10:00
KUNJUNGAN : Cornelis mengunjungi Istana Kesultanan Sambas didampingi Pangeran Ratu Kesultanan Sambas Raden Mochammad Tarahan Bin H. Raden Winata Kesuma, Pewaris Tahta Kesultanan Alwatzikhoebillah Sambas dan Sekretaris Kesultanan Sambas Uray Riza Fahmi.

Berita Terkait

PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengunjungi Istana Kesultanan Sambas, Senin (12/6). Kunjungan ini dilakukannya sebelum silaturahmi safari Ramadhan di Aula Kantor Bupati Sambas. 

Di Istana, diterima Pangeran Ratu Kesultanan Sambas Raden Mochammad Tarahan Bin H. Raden Winata Kesuma, Pewaris Tahta Kesultanan Alwatzikhoebillah Sambas, didampingi Sekretaris Kesultanan Sambas Uray Riza Fahmi.

Ketika masuk teras istana, Cornelis kagum dengan arsitektur dan bahan bangunan istana yang masih kokoh dari kayu ulin. Uray Riza Fahmi langsung menunjukan bahwa masih ada Pantak Dayak yang dibuat pada waktu penobatan salah satu Sultan Sambas jaman dahulu. Bahkan Cornelis meminta supaya didokumentasikan dan dijaga, karena prasasti tersebut adalah bukti sejarah bahwa suku dayak juga ada andil dalam pembangunan Keraton Sambas.

Mantan Bupati Landak itu kemudian dipersilakan masuk oleh Sultan Sambas untuk melihat-lihat ornamen dan peninggalan Keraton Sambas sambil mendengar penjelasan Sultan Sambas dan Sekretaris Sultan.

Gubernur berpesan kepada pewaris Tahta Kesultanan Sambas agar tetap melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya Kesultanan Sambas.  “Ini bukti sejarah bahwa kita juga pandai ngurus negara,” ujar Cornelis.

Bahkan orang nomor satu di Kalbar itu meminta supaya Sultan Sambas yang belajar Ilmu Sejarah di salah satu perguruan tinggi di Bandung Jawa Barat agar menulis tentang bagaimana asal mula berdirinya Kesultanan Sambas, bagaimana sampai ada Pantak Dayak di dua tiang pagar pintu masuk Istana, sampai di mana peta wilayah. Kesultanan Sambas.

Cornelis meminta supaya Sultan mencari data-data sejarah Kerajaan Sambas sampai ke Negeri Belanda. Kesultanan Sambas adalah kesultanan yang terletak di wilayah pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat atau wilayah barat laut Pulau Kalimantan dengan pusat pemerintahannya adalah di Kota Sambas sekarang. 

Kesultanan Sambas adalah penerus pemerintahan dari kerajaan-kerajaan Sambas sebelumnya. Kerajaan yang bernama “Sambas” di wilayah ini paling tidak telah berdiri dan berkembang sebelum abad ke-14 M sebagaimana yang tercantum dalam Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca. 

Pada masa itu rajanya bergelar “Nek”, salah satunya bernama Nek Riuh. Setelah masa Nek Riuh, pada sekitar abad ke-15 M muncul pemerintahan raja yang bernama Tan Unggal yang terkenal sangat kejam. Karena kekejamannya ini Raja Tan Unggal kemudian dikudeta oleh rakyat dan setelah itu selama puluhan tahun rakyat di wilayah Sungai Sambas ini tidak mau mengangkat raja lagi. Pada masa kekosongan pemerintahan di wilayah Sungai Sambas inilah kemudian pada awal abad ke-16 M (1530) datang serombongan besar orang-orang dari Pulau Jawa (sekitar lebih dari 500 orang) yaitu dari kalangan Bangsawan Kerajaan Majapahit yang masih beragama Hindu, yaitu keturunan dari Raja Majapahit sebelumnya yang bernama Wikramawardhana. (Humas Pemprov) 

Berita Terkait