GOR Pangsuma Bakal Ditutup

GOR Pangsuma Bakal Ditutup

  Rabu, 24 February 2016 08:46
GOR Pangsuma. Foto hak cipta Panoramio - http://www.panoramio.com/photo/9397065

Berita Terkait

PONTIANAK - Gedung Olahraga (GOR) Pangsuma Pontianak ditutup untuk semua kegiatan mulai 4 Mei 2016. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalbar Syawal Bondoreso menyatakan penutupan dilakukan karena gedung tersebut akan direnovasi.“Rehab GOR Pangsuma dimulai tahun ini. Dananya sebesar Rp4 miliar untuk ganti atap, pengecatan, dan lainnya,” ujar Syawal di sela-sela lomba lagu perjuangan di Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (23/2).

Syawal mengatakan luas total kawasan di sekitar GOR Pangsuma mencapai 28,8 hektare. Dari jumlah yang ada, seluas 22,4 hektare pengelolaannya diserahkan kepada Dispora Provinsi Kalbar, sedangkan sisanya 6,4 hektare dikerjasamakan dengan pihak ketiga.Dengan diserahkannya pengelolaan kawasan tersebut ke Dispora, Syawal menyatakan pihaknya pun langsung melakukan pembenahan dan penertiban. Penertiban ini untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Pada 2015 ditargetkan pendapatan dari pengelolaan GOR Pangsuma sebesar Rp350 juta. Dari target itu, tercapai sekitar Rp300 juta,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar ini.Pada tahun ini, lanjut Syawal, pengelolaan GOR ditargetkan sebesar Rp500 juta untuk pendapatan asli daerah. Berbagai upaya dilakukan sejak awal 2016. Diantaranya meningkatkan retribusi dari usaha-usaha yang ada di sana. Salah satunya usaha kolam renang di sana, sebelumnya dikenakan retribusi Rp6,6 juta perbulan meningkat menjadi Rp20 juta perbulan.

“Pedagang musiman yang ada setiap Sabtu dan Minggu dikenakan Rp5 ribu perhari,” ujar Syawal.Begitu pula retribusi pedagang bunga di sana ditingkatkan menjadi Rp500 permeter perbulan bagi yang berjualan di dalam, sedangkan di bagian luar sebesar Rp1.000 permeter perbulan. Dispora Provinsi Kalbar juga mulai menarik sewa tempat. Salah satunya PDAM Kota Pontianak yang dikenakan sewa tempat sebesar Rp2,5 juta perbulan.“Sebelumnya tak membayar sewa tempat, tetapi mulai tahun ini harus membayar. Usaha lainnya seperti lapangan teknis sutera dan lainnya. Untuk latihan mobil dikenakan Rp5 ribu persekali kegiatan,” ungkapnya.

Syawal menuturkan penertiban di kawasan GOR Pangsuma ini sedikit mengalami kendala seperti banyak pedagang bunga yang berganti orang. Tetapi kendala ini bisa diatasi.Syawal menambahkan pihaknya mengusulkan adanya unit pelaksana teknis di kawasan GOR Pangsuma. Tetapi sebelum UPT terbentuk, pihaknya membentuk unit pelayanan di sana.“Ada tim khusus di sana. Kami memberdayakan pensiunan ABRI sebagai sekuriti sebanyak sembilan orang dan pegawai Dispora sebanyak delapan orang. Pegawai yang ditugaskan di sana harus memantau setiap hari,” jelas Syawal.

Sementara itu, DPRD Kota Pontianak meminta pemerintah kota membangun sarana olahraga agar even keolahragaan di Pontianak bisa meningkat.“Kami sudah minta dan dorong agar even olahraga diadakan rutin, guna pembekalanan dan melatih mental atlet. Selain itu, sarana olahraga masih kurang. Semua tidak ada, fasilitas olahraga tidak ada. Bagaimana atlet mau berprestasi di nasional jika semua ini minim?” kata Ketua Komisi D DPR Kota Pontianak Yuli Armansyah, kemarin.Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak Syarif Saleh menuturkan fasilitas olahrga di Pontianak cukup lumayan. Ia mengatakan, fasilitas olahraga semua sudah tersedia. Bukan hanya pemkot, pemberian fasilitas juga diberikan oleh sekolah dan pengurus cabang olahraga.

Ia mencontohkan, tiap kecamatan sarana olahraga tersedia. Pontianak Timur, Utara, Barat dan Pontianak Kota diantaranya. Meski telah memiliki sarana olahraga, pemkot saat ini terus menyiapkan prasarana guna kemajuan olahraga Pontianak.Untuk anggaran pembinaan olahraga, pemkot juga ada anggarannya. “Meski tidak besar, kita akan maksimalkan dana untuk pembinaan. Target tentu Popda. Di samping itu, kegiatan identifikasi bakat di tiap cabang pertandingan juga perlu guna memantau potensi atlet,” jelasnya. (uni/iza)

Berita Terkait