Golkar Komit Gabung Pemerintah

Golkar Komit Gabung Pemerintah

  Minggu, 15 May 2016 10:16
MUNASLUB GOLKAR: Presiden Joko Widodo (dua dari kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menerima buku dari Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat hadir dalam pembukaan Munaslub Partai Golkar 2016 di Bali Nusa Dua Convention Centre, Bali, kemarin. HENDRA EKA/JAWA POS

Berita Terkait

BANDUNG – Forum tertinggi Partai Golongan Karya untuk memilih calon ketua umum baru resmi dibuka. Delapan bakal calon ketua umum akan bersaing meraih suara terbanyak dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. 

Pembukaan Munaslub yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center kemarin (14/5) diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kehadiran Presiden selama ini ditunggu-tunggu, terbukti dari perubahan jadwal Munaslub Partai Golkar setidaknya selama lima kali, demi menyesuaikan jadwal kosongnya. 

“Semoga kehadiran Presiden Jokowi dan pak Jusuf Kalla, memberi manfaat bagi Partai Golkar ke depan,” kata Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Partai Golkar, saat berpidato di pembukaan Munaslub Partai Golkar. 

Ical, sapaan akrab Aburizal menyatakan, ajang Munaslub Partai Golkar akan menanamkan sejumlah perubahan besar. Perubahan pertama adalah rekomendasi untuk mendorong amandemen kelima konstitusi atau UUD 1945, demi menyesuaikan batang tubuh akar kembali seperti mukadimah UUD 1945. 

Perubahan kedua adalah mendorong perubahan sistem proporsional terbuka, kembali ke sistem proporsional tertutup. Perubahan ketiga adalah dukungan Partai Golkar kepada pemerintah, dimana semua keputusan Rapimnas Golkar ini akan disahkan dalam Munaslub Partai Golkar. 

“Keputusan ini, siapapun caketumnya, terikat oleh hasil Munaslub,” tegas Ical.   Ical menambahkan, ajang Munaslub juga diselenggarakan karena Partai Golkar siap untuk melakukan regenerasi. Meski pemerintah telah mengesahkan SK kepengurusan Bali hasil rekonsiliasi dengan Ancol sampai 2019, Partai Golkar akan tetap melakukan regenerasi tiga tahun lebih cepat. 

“Kita tidak perlu menunggu lebih lama lagi. Lebih cepat lebih baik,” kata mantan Menko Kesra itu.  Ical juga bangga, bahwa Partai Golkar mengawali Munaslub dengan proses yang demokratis, ditandai dengan proses kampanya dan debat yang disaksikan oleh publik. Ical juga senang, karena Presiden Jokowi ternyata juga menyaksikan debat para bakal caketum yang disiarkan secara langsung. “Baru Partai Golkar yang melaksanakan proses pemilihan semacam ini,” ujarnya. 

Terhadap para bakal caketum, Ical memberi pesan. Dia mengingatkan komitmen para bakal caketum untuk tetap setia pada Partai Golkar, apapun hasil pemilihan nanti.  “Pada akhirnya ada yang kalah ada yang menang. Yang kalah berbesar hati, yang menang merangkul semua pihak,” ujarnya. 

Sebagai informasi, delapan bakal caketum yang akan bersaing di Munaslub Golkar sesuai nomor urut mereka adalah Ade Komarudin, Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsudin, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo. 

Dalam sambutan sekaligus membuka Munaslub Golkar, Presiden Joko Widodo langsung menyatakan ingin bicara terbuka dalam situasi dirinya terkait Partai Golkar. Presiden menyinggung sosok wapres JK dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan terkait ‘manuver' mereka mengundang DPD Golkar. 

"Saya ingin blak-blakan, karena banyak yang bertanya kepada saya, banyak yang komplain kepada saya, 'Pak Presiden, kenapa Menko Polhukam menelepon dan mengumpulkan DPD-DPD II'. Saya jawab, 'Pak Luhut itu kan dulu di Dewan Pertimbangan Golkar', kan nggak apa-apa," kata Jokowi disambut tawa peserta dan undangan Munaslub. 

Tidak selesai disitu, Presiden Jokowi menyinggung JK, dengan kalimat yang kurang lebih sama. “Ada lagi yang bertanya kepada saya, komplain kepada saya, kenapa Pak Wapres mengumpulkan dan menelepon DPD-DPD Golkar. Jawaban saya sama, Pak JK kan dulu Ketum DPP Golkar, kan juga nggak apa-apa," ujar Jokowi. 

Tawa dan tepuk tangan kembali pecah. Pernyataan itu sedikit banyak merupakan sinyal bantahan Jokowi terkait tudingan mendukung salah satu bakal caketum tertentu. 

Jokowi menyatakan, sebagai partai, Golkar telah lama berkecimpung. Partai Golkar memiliki kontribusi penting dari sisi politik, ekonomi, dan sosial. Sebagai partai yang memiliki jam terbang tinggi, pengalaman luas, pemerintah membutuhkan bantuan partai politik seperti Golkar. 

“Pemerintah butuh mitra strategis seperti parpol seperti golkar dan parpol lainnya,” ujarnya. (bay)

Berita Terkait