Golkar Eksploitasi Popularitas Jokowi

Golkar Eksploitasi Popularitas Jokowi

  Jumat, 29 July 2016 10:11
POPULER : Presiden Jokowi hadir dalam Rapimnas Partai Golkar kemarin. Popularitasnya jadi daya pikat partai Golkar yang langsung mendeklarasikan Jokowi akan diusung menjadi Presiden di Pilpres 2019 mendatang. JPG

Berita Terkait

JAKARTA - Keputusan Partai Golkar mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden jauh sebelum pilpres, dinilai sebagai strategi yang sangat tepat untuk mendongkrak perolehan suara partai pada pemilihan legislatif 2019.

Golkar disebut mendapat keuntungan dengan mengeksploitasi popularitas dan elektabilitas Joko Widodo atau Jokowi. Partai berlambang beringin rimbun ini hanya perlu mengasosiasikan Jokowi sebagai tokoh jagoan Golkar.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby mengatakan, saat ini propabilitas Jokowi untuk terpilih kembali pada pilpres 2019 cukup besar, yakni pada angka 70 persen. Sedangkan dari segi elektabilitas, berdasarkan survei terbaru yang dilakukan, angkanya cukup tinggi yakni 45,5 persen. Prabowo Subianto di urutan kedua dengan 27 persen.

Tingkat kepercayaan pada Jokowi pun dianggap masih cukup baik sekalipun banyak guncangan dari segi pertumbuhan ekonomi. Alfaraby menyebutkan, elektabilitas tokoh terbukti bisa mendongkrak suara partai. Terbukti, Susilo Bambang Yudoyono bisa mendongkrak suara Partai Demokrat dari 7 persen pada pemilu 2004 menjadi 21 persen pada pemilu 2009. Demikian juga PDIP, setelah mengasosiasikan Jokowi sebagai tokoh partai, maka pada pemilu 2014 lalu, PDIP menjadi partai pemenang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qadari mengatakan, strategi Golkar mencantol pada popularitas Jokowi sangat jitu untuk membawa kembali partai ini sebagai pemenang pemilu. Golkar dari segi sumber daya sudah sangat besar, sisa dibutuhkan tokoh sebagai pendongkrak dan Jokowi adalah pilihan yang sangat tepat. "Langkah Golkar mengusung Jokowi sangat tepat," sebutnya.

Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, keputusan mendukung Jokowi adalah strategi paling tepat yang ditempuh Golkar. Jokowi kata Idrus masih merupakan tokoh yang paling kuat dalam pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di Indonesia.

"Ini yang kami tangkap. Pak Jokowi memang tepat diusung. Makanya, akan kita bulatkan tekad melalui Rapimnas ini," ujar politikus asal Sulsel ini.

Deklarasi

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarniputri menghadiri penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Istiora Senayan, Jakarta, malam tadi. Ketua Umum PDI Perjuangan itu terlihat mendampingi Jokowi.

Acara itu juga dihadiri Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Tiga menteri koordinator, yakni Menkopulhukam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani dan Menko Maritim Luhut Panjaitan.

Di hadapan Jokowi dan para petinggi parpol, politikus Golkar Yorrys Raweyai membacakan deklarasi dukungan Golkar untuk Jokowi pada Pilpres 2019 .

Ketua Umum Golkar Setya Novanto mengatakan, deklarasi dukungan untuk Jokowi itu sudah mempertimbangkan masukan dari ketua-ketua DPD, masukan dan pandangan dewan pembina dan dukungan rakyat. "Nawacita sejalan dengan visi Negara 2045 Partai Golkar," ujar Novanto. (*)

Berita Terkait