Glossitis, Anak Sulit Makan

Glossitis, Anak Sulit Makan

  Sabtu, 30 July 2016 19:09
FOTO; Ghofuur Eka/Jawa Pos

Berita Terkait

Berat badan anak turun karena sulit makan sebaiknya segera mendapat perhatian. Jika itu terjadi, coba periksa lidahnya. Kalau lidah membengkak, bisa jadi itu gejala glossitis.

Dokter Dian Pratamastuti SpA mengungkapkan, glossitis atau peradangan lidah umumnya muncul karena infeksi di rongga mulut. ”Sumber masalahnya karena infeksi bakteri,” ujarnya.

Menurut dokter spesialis anak yang berpraktik di Siloam Hospitals Surabaya itu, infeksi terjadi lantaran anak kurang menjaga kebersihan gigi. Misalnya malas gosok gigi sehari dua kali. Selain infeksi bakteri, yang bisa jadi penyebab adalah serangan jamur.

Permukaan lidah yang seharusnya berwarna merah malah menjadi putih-putih. Suasana asam pada rongga mulut memudahkan bakteri dan jamur berkembang biak.

Faktor selanjutnya adalah trauma. Misalnya, anak minum air yang terlalu panas sehingga lidah meradang. Papila atau benjolan kecil pada permukaan lidah yang seharusnya kasar sampai menghilang. Padahal, papila berperan penting untuk proses makan. Karies atau gigi berlubang yang menyentuh bagian lidah secara berulang juga bisa memicu luka.

Alumnus FK Universitas Airlangga (Unair) itu mengatakan, anak jadi rewel karena peradangan lidah terasa nyeri. Apalagi saat si kecil mengunyah makanan atau sekadar minum air. Akibatnya, nafsu makan berkurang. Napas anak juga berbau kurang sedap, diikuti volume produksi ludah yang meningkat. Secara fisik, terlihat pembengkakan di bagian gusi, lidah, dan pipi.

Dia menegaskan, segala macam infeksi yang tidak segera diatasi dapat memengaruhi status gizi anak. Jika anak sulit makan dan minum, tumbuh kembangnya dapat terganggu. Selain itu, ada ancaman bahwa infeksi ikut aliran darah mencapai susunan saraf pusat.

Menurut Dian, bakteri tersebut berisiko mengakibatkan infeksi selaput otak (meningitis). ”Gangguan area dada ke atas kalau dibiarkan akan lebih buruk, berabe. Jangan sepelekan,” tegasnya.

Penanganan glossitis, menurut Dian, bergantung jenis penyebab. Dia mencontohkan, kalau masalahnya infeksi, harus diberikan antibiotik. Kalau disebabkan jamur, gangguan diatasi dengan meresepkan obat jamur. Jika sumbernya berupa trauma luka bakar atau panas, tangani dengan pendingin dulu. ”Yang karena oral hygiene, ya harus rajin gosok gigi dua kali sehari. Makanan asam dan pedas dibatasi,” katanya.

Dia menambahkan, anak sebaiknya diajak untuk melakukan pengecekan rongga mulut dan gigi secara rutin. Jika ditemukan masalah yang berpotensi mengakibatkan glossitis seperti karies, penanganan bisa lebih dini.

Selain itu, anak sebaiknya rajin minum air yang cukup. Dengan banyak minum, kebutuhan cairan pada anak tercukupi. Bukan hanya itu, buah dan sayur juga dibutuhkan anak. Makanan tersebut mengandung antioksidan, vitamin, serta serat. ”Makan minum yang sehat ikut menjaga daya tahan tubuh,” ujar Dian. (nir/c11/nda)

Berita Terkait