Glaukoma Penyebab Kebutaan Menakutkan

Glaukoma Penyebab Kebutaan Menakutkan

  Sabtu, 25 June 2016 11:10

Berita Terkait

GLAUKOMA terbagi menjadi glaukoma primer atau idiopatik dimana penyebabnya belum diketahui diduga terjadi mutasi dan memiliki faktor risiko contohnya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Yang kedua adalah glaukoma sekunder yaitu glaukoma yang disebabkan karena kondisi mata yang sedang radang contohnya uveitis atau peradangan pada mata.

Oleh karena itu, bila ada gangguan pada mata seperti yang disebutkan tersebut, hendaklah sesegera mungkin memeriksakan kondisi mata Anda.

Karena glaukoma merupakan penyakit pada mata yang harus ditangani secepat mungkin, karena penyakit ini penyebab kebutaan yang paling menakutkan selain katarak.

“Karakter penyakit glaukoma biasanya muncul tanpa gejala, hingga pada fase terakhir gangguan penyakit tersebut baru dirasakan. Berbeda dengan glaukoma jenis akut (tekanan bola mata yang secara tiba- tiba meninggi sehingga mata terasa sakit sekali),” jelas Direktur EDC Group, dr Erry Dewanto SpM kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group). 

Glaukoma pada anak dapat terjadi akibat adanya peningkatan tekanan cairan di dalam mata. Hal ini terjadi karena pembentukan jaringan trabekular yang tidak sempurna.

Kondisi ini harus segera diatasi untuk menyelamatkan penglihatan.

Pada glaukoma kronis peningkatan tekanan di dalam mata terjadi dalam masa beberapa bulan atau beberapa tahun tanpa terjadi gejala apa pun.

Kalau tidak segera diobati, penyakit glaukoma pada anak dapat mengakibatkan kebutaan total.

Penyakit glaukoma pada anak terdapat beberapa jenis dan karakteristik, diantaranya; Glaukoma sudut terbuka, glaukoma sudut tertutup, glaukoma kongenitalis, dan glaukoma sekunder.

Glaukoma Sudut Terbuka. Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak.

 

6 Ciri Glaukoma

Orang yang berpotensi berisiko glaukoma adalah orang yang memiliki keluarga terkena glaukoma. 

Misalnya; riwayat orang tua, ras tertentu (warga kulit hitam di Eropa dan Afrika), penderita diabetes, dan orang yang terserang penyakit rabun jauh (myopes tinggi) atau yang mengambil steroid dalam jangka panjang.

Mengingat bahayanya penyakit glaukoma, sebelum kehilangan penglihatan, sebaiknya segera dilakukan diagnosa ke dokter spesialis mata di EDC Group Surabaya.

Mengingat pengobatan yang efektif adalah mencegah, sebelum Anda kehilangan penglihatan. 

Karena, bila penyakit glaukoma tidak segera diobati, secara perlahan bilateral visi perifer akan rusak dan akhirnya menyebabkan bebutaan permanen.

Menurut Direktur EDC Group, dr Erry Dewanto SpM, setidaknya ada 7 (tujuh) ciri penyakit glaukoma yang bisa dikenali:

1.  Rasa nyeri pada bola mata yang intensitasnya sering dan penderitaannya berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

2.  Kepala terasa sakit dan pusing berkepajangan, walau tensi tubuh normal sekali pun, namun rasa pusing tersebut selalu mengganggunya.

3.  Bila melihat cahaya lampu, mata seakan melihat lingkaran di sekeliling cahaya sehingga mata menjadi lelah dan pening.

4.  Ketika mata terlihat memerah secara terus menerus, padahal mata tidak terkena debu atau asap (kondisi itu sangat berbeda bila dibandingkan dengan kondisi mata memerah yang diakibatkan oleh polusi dan iritasi karena debu yang biasanya cepat hilang).

5.  Sensasi mual yang sangat hebat seakan mau muntah, penderitaannya mirip seperti yang dirasakan oleh orang yang asam lambungnya sedang naik atau gangguan pencernaan.

6.  Pandangan mata menjadi samar atau daya penglihatan berkurang sehingga penglihatan menjadi sempit karena kehilangan kemampuan daya penglihatan. (jpg)

Berita Terkait