Gizi Terpengaruh Pola Asuh

Gizi Terpengaruh Pola Asuh

  Rabu, 10 Agustus 2016 09:47
LOMBA BALITA: Lomba Balita Sehat Indonesia tingkat Kabupaten yang diselenggarakan di Gedung Balai Nirmala, Sukadana, Selasa (9/8). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Pola asuhan anak dapat mempengaruhi variabel yang langsung berhubungan dengan status gizi, yaitu konsumsi makanan dan penyakit infeksi. Dengan demikian, jika terjadi kekeliruan dalam pola asuh anak balita, jelas akan menurunkan kualitas makanan yang dikonsumsi. Yang paling mengkhawatirkan, hal tersebut akan memperbesar peluang untuk mengalami penyakit infeksi serta menurunkan status gizi anak ballita. Pemaparan tersebut diungkapkan ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kayong Utara, Ny Diah Permata Hildi.

 
“Gizi merupakan faktor yang amat penting, karena merupakan zat yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia sepanjang hidupnya. Periode yang menentukan kualitas sumber daya manusia adalah usia sampai di bawah lima tahun,” tutur Diah saat memberi sambutan pada Lomba Balita Sehat Indonesia tingkat Kabupaten di Gedung Balai Nirmala, Selasa (9/8). Diah mengungkapkan bahwa masa balita merupakan masa yang paling menentukan dalam pembangunan manusia. Fase ini, diingatkan dia, merupakan saat paling kritis, terutama ditinjau dari aspek pertumbuhan dan perkembangannya. “Dengan terselenggarakannya kegiatan ini, dapat memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan kesehatan pada anak balita,” ujarnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara menyelenggarakan Lomba Balita Sehat Indonesia tingkat Kabupaten dengan mengusung tema: Dengan Lomba Balita kita ciptakan Balita Sehat dan Berkualitas, demi terwujudnya harkat dan martabat Kabupaten Kayong Utara yang beriman, sehat, cerdas dan sejahtera. Selain peserta lomba, tampak hadir Camat Sukadana, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepala BPMPDPKB Kabupaten Kayong Utara, Ketua TP PKK Kabupaten Kayong Utara, serta Ketua TP PKK Kecamatan Sukadana.

“Untuk peserta yang mengikuti Lomba Balita Sehat tingkat Kabupaten ini berjumlah 32 peserta. Yang diambil pemenang juara I dan II yang sudah dilakukan seleksi tingkat puskesmas dengan kelompok umur 6  hingga 24 bulan dan 2 hingga 5 tahun,” kata Agus Rudy Suandi, pelaksanatugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara dalam laporannya.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut tim penilai terdiri atas dokter umum, dokter gigi dan ahli gizi, perawat, bidan, dan perawat gigi yang bertugas menyeleksi peserta lomba dan memilih pemenang sesuai petunjuk penilaian. (dan/humas)

Berita Terkait