Giliran Ritual Bayar Niat ke Pedalaman , Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Giliran Ritual Bayar Niat ke Pedalaman , Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

  Kamis, 11 February 2016 10:47
BAYAR NIAT: Bupati Ketapang terpilih, Martin Rantan, sedang mengikuti ritual adat bayar niat di salah satu daerah pedalaman di Kabupaten Ketapang sebagai pemenuhan janjinya. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Setelah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ketapang terpilih, Martin Rantan dan Suprapto S, melaksanakan ritual adat dan kunjungan ke daerah hulu di Ketapang. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur mereka dan membayar niat setelah terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Kunjungan pertama bayar niat  dilakukan pasangan ini ke Dusun Setipayan, Desa Penyarang, Kecamatan Jelai Hulu. Rombongan Bupati disambut antusiasme ratusan warga dengan acara ritual adat bayar niat. "Di Dusun Setipayan, Desa Penyarang, adalah desa kunjungan yang pertama kali dikunjugi dan harus dibayar," kata Martin Rantan.Martin mengungkapkan bagaimana ia merasa terharu dengan sambutan warga yang begitu antusias, dengan disajikan tarian adat oleh anak-anak sekolah dasar. "Adat harus dipelihara. Saya terharu disambut dengan tarian anak-anak ini. Kedatangan ini khusus untuk melaksanakan adat bayar niat, niat ini harus dibayar," jelas mantan Ketua DAD Kabupaten Ketapang tersebut.

Dalam pertemuan dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga, Martin dan Suprapto membuka sesi tanya jawab dan masukan dari masyarakat. Dari sekian banyak pertanyaan dan masukan, masalah pembangunan dan infrastruktur, diakui dia, lebih mendominasi.Salah satunya, diungkapkan dia bagaimana masyarakat meminta pembangunan jembatan di desa mereka  segara dilakukan. "Terkait jembatan kerangka baja itu sudah masuk DED. Pemerintah akan melaksanakanya. Namun enam bulan pertama menjabat, kita akan melakukan efisiensi anggaran, agar belanja infrasruktur bisa tinggi," ungkapnya.

Ia berjanji akan tetap konsisten memperhatikan masalah infrastruktur dan pemekaran, baik pemekaran desa, kecamatan, hingga kabupaten. Semua akan dilakukan dan diupayakan mereka untuk pembangunan Ketapang. "Jadi, pemerintah perlu dukungan dari semua masyarakat untuk pembangunan daerah ini," pintanya.Sementara itu, wakil Bupati (Wabup) terpilih, Suprapto S, mengungkapkan jika kedatanganya ke Kecamatan Jelai Hulu ini seperti balik kampung. Pasalnya, mantan Inspektur Kabupaten Ketapang tersebut pernah menjadi kepala kecamatan di kecamatan ini. "Dulu saya pernah jadi camat di sini, jadi serasa pulang kampung," katanya.

Terkait progam infrastruktur dan jembatan, dipastikan dia, sudah menjadi programnya. Ia pun meminta dukungan kepada semua masyarakat agar pembagunan tersebut bisa direalisasikan. "Kalau kita bekerja sendiri, susah untuk merealisasikannya. Kita perlu dukungan dari masyarakat," jelasnya.Rangkaian kegiatan kunjungan di kecamatan pedalaman Ketapang ini dimulai pada Selasa (9/2) hingga Kamis (11/2). Sejumlah desa dan kecamatan dikunjungi mereka. Di antaranya Desa Penyarang dan Desa Riam Kota, Kecamatan Jelai Hulu, serta desa-desa di Kecamatan Tumbang Titi. Rombongan akan kembali ke ibu kota Ketapang pada Kamis (11/2) malam setelah menghadiri acara 100 hari meninggalnya paman Bupati terpilih, Martin Rantan. (afi)

 

Berita Terkait