Giliran Kiswinar Cueki Mario

Giliran Kiswinar Cueki Mario

  Selasa, 11 Oktober 2016 09:30
TES DNA: Mario Teguh saat memberikan keterangan perihal perseteruannya dengan Kiswinar di kantor pengacaranya Elza Syarif di Jakarta, Senin (10/10). FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Berita Terkait

Keberatan Diperintah Tes DNA oleh Kantor Pengacara

JAKARTA – Selama kasus perseteruannya dengan Ario Kiswinar Teguh bergulir bagaikan bola salju, Mario Teguh banyak diam (meski tetap berkicau di media sosial). Kemarin (10/10), dia muncul kembali ke publik. Ditemani kuasa hukumnya, Vidi Galenso Syarief dan Elza Syarief, motivator yang punya banyak fans itu melakukan klarifikasi. 

’’Kami akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi agar tidak terjadi polemik berkepanjangan. Ini masalah keluarga yang secara hati tidak nyaman bicara di depan publik,’’ kata Elza di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat.

Ada beberapa poin yang ingin disampaikan Mario. Pertama, kesediaan melakukan tes DNA. Pihaknya telah mengirim surat kepada DVI (Disaster Victim Identification) Mabes Polri untuk mengajukan permohonan pemeriksaan DNA atas Mario Teguh dan Ario Kiswinar Teguh. Surat sudah dikirimkan Kamis lalu (6/10).

Elza menyatakan, permohonan pemeriksaan DNA tersebut bukan semata-mata keinginan kliennya dan Kiswinar, tapi untuk kepastian hukum. Menurut dia, Mario tidak pernah menyangkal Kiswinar sebagai anaknya. Justru Mario-lah yang menerima penyangkalan pada 2003 karena disebut bukan ayah biologis Kiswinar. ’’Selama ini Pak Mario itu seperti pengemis, minta diakui Kis bahwa dia adalah bapaknya. Jangan dibalik,’’ ujar Elza.

Selain itu, Mario kembali bercerita panjang lebar soal masa lalunya bersama Kiswinar. Awalnya masih senada dengan yang diungkapkannya saat wawancara eksklusif bersama Kompas TV pada awal kasus tersebut merebak. Lalu, ada beberapa hal lain yang baru dia ceritakan. 

Menurut Mario, kehidupan pribadinya mulai terusik Mei lalu. Tepatnya ketika akun Instagram @lambe_turah memuat post bahwa Mario Teguh memiliki tiga anak. Mario merasa bingung karena pernah disangkal sebagai ayah Kiswinar oleh Aryani Soenarto, mantan istrinya. Dia pun memproteksi diri. Mario membuat pernyataan dirinya hanya memiliki dua anak dari Linna Teguh.

Dia tidak menyebut Kiswinar sebagai putranya karena takut akan timbul pertanyaan dari masa lalu yang telah menyangkalnya. ’’Saya tidak pernah menyatakan bahwa saya tidak memiliki anak yang bernama Kiswinar. Kalau punya dua anak dari Ibu Linna, betul. Cuma tidak dilanjutkan punya anak dari Ibu Aryani,’’ jelas Elza.

Setelah itu, dia kembali mempertanyakan motif Kiswinar mem-blow up permasalahan tersebut. Retorika ’’apakah jika dia miskin dan tidak terkenal di televisi, Kiswinar akan tetap mencari pengakuan darinya’’ juga dilontarkan. ’’Apa yang terjadi dengan orang kaya yang disebutnya sebagai ayah aslinya dulu? Ke mana dia?’’ sindir Mario.

Klarifikasi kubu Mario ditanggapi dingin oleh pihak Kiswinar. Ferry Amahorseya, pengacara Kiswinar, mengatakan sudah membaca pernyataan Mario. ’’Pengacara sama kliennya bohong semua,’’ ketus Ferry setelah memberikan BAP sebagai saksi pelapor di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kemarin (10/10).

Kenapa Ferry bilang bohong? Dia menerima surat dari pengacara Mario untuk melakukan tes DNA di DVI Kamis lalu (6/10). Padahal, sehari sebelumnya, dia dan Kiswinar baru saja melaporkan Mario ke Polda Metro Jaya. ’’Tanggal 5 sore Kabidhumas Polda bicara bahwa permasalahan ini harus selesai tuntas dan dilakukan tes DNA,’’ katanya. 

Atas dasar itu, lanjut Ferry, sebenarnya tercatat tanggal 5 Oktober penyidik memutuskan permasalahan tersebut ditangani penyidik. Menurut Ferry, jika ingin meminta bantuan kepada DVI, semestinya Mario mengajak Kiswinar langsung dan keduanya sepakat untuk membawa ke DVI. Ferry merasa keberatan dengan datangnya surat itu, karena sepihak. Ferry menegaskan kliennya bukan bawahan yang bisa disuruh dengan sepucuk surat.

Ferry mengungkapkan, Kiswinar memang bersedia menjalani tes DNA, tetapi tidak lewat DVI. Sebab, semua sudah diserahkan ke tim penyidik. ’’Jangan dipelesetin ya. Justru kita nantang dia tes DNA. Inget itu. Kapan pun. Tapi atas perintah penyidik. Bukan suka-sukanya kantor pengacara ini,’’ ujarnya. (glo/c17/na)

Berita Terkait