Giliran 10 Ruko SintangTerbakar. Satu Tewas

Giliran 10 Ruko SintangTerbakar. Satu Tewas

  Kamis, 5 November 2015 08:37
PERIKSA: Tim Inafis Polres Sintang saat melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran, kemarin. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Sebanyak sepuluh unit rumah toko (ruko) Rabu (4/11) pagi sekira pukul 04.07, di jalan PKP Mujahidin, kota Sitang ludes terbakar. Kebakaran yang menelan korban jiwa  ini masih belum diketahui penyebabnya. Hingga kini masih diselidiki pihak kepolisian.Korban tewas diketahui bernama Omri Hutapea (22),karyawan salah satu ruko yang terbakar. Ruko  tempatnya bekerja,  menjual peralatan komputer. Saat ditemukan, jasad korban tertimpa reruntuhan yang terbakar. Ia tewas diduga akibat terjebak dalam ruko hingga gagal menyelamatkan diri saat api berkobar.

Jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit begitu ditemukan. Sementara kepulan asap masih tampak hingga 09.00, kemarin. Meski api sudah berhasil dipadamkan regu pemadam dua jam usai musibah kebakaran terjadi.Kapolres Sintang AKBP Mahyudi Nazriansyah dengan didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Syamsul Bakri turut mendatangi lokasi kebakaran. Tim inafis juga tampak memeriksa tempat kejadian. Sementara areal kebakaran usai api berhasil dipadamkan, langsung dipasangi garis polisi. Satu ruas jalur jalan PKP Mujahidin juga ditutup.

Pemadaman api selain dari damkar pemkab Sintang juga melibatkan mobil water canon milik Polres Sintang serta unit pemadam kebakaran swasta. Proses pemadaman sempat menjadi tontonan warga setempat.Sementara lokasi kebakaran bersebelahan dengan kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM). Jarak antar bangunan hanya dibatasi tembok setinggi 2 meter. Namun api tidak sampai menjalar ke gedung Disperindagkop.

Hingga berita dilansir pihak kepolisian tidak ingin gegabah menyimpulkan penyebab kebakaran. Polisi menyatakan akan melakukan penyelidikan guna mengetahuinya. “Sementara ini masih dalam proses kami. Kami akan melakukan proses lidik dan sidik. Apa kira-kira penyebab kebakaran. Mulai hari ini anggota kami langsung  bekerja mengecek barang bukti dan memeriksa saksi-saksi,” kata Kapolres Sintang  AKBP Mahyudi Nazriansyah, ditemui di lokasi kebakaran.

Kapolres menambahkan tim laboratorium forensik Jakarta akan didatangkan untuk menyelidiki kebakaran. Pemeriksaan forensik dinilai penting guna mengungkap secara ilmiah penyebab kebakaran. Hasil pemeriksaan tersebut akan sangat menentukan dalam penyelidikan. Karena itu, kini polisi belum bisa berandai-andai akan penyebab kebakaran.Menurut Kapolres pemilik seluruh ruko akan dimintai keterangan. Begitu juga dengan warga setempat diperlukan kesaksiannya, guna mengungkap sumber timbulnya api kebakaran. Sementara kerugian materi, lanjut Kapolres, belum bisa diketahui. Kecuali satu korban tewas yang ditemukan di salah satu ruko yang terbakar.

Kapolres tidak menampik pintu ruko tempat ditemukan korban tewas itu dalam keadaan terkunci. Namun memastikannya polisi akan tetap melakukan penyelidikan.Paman korban,  Darma Hutapea, saat mengetahui kebakaran menimpa rukonya,  sudah mengkawatirkan keponakannya itu, karena berada di dalam ruko. Telepon genggam korban juga tidak bisa dihubungi. Sepeda motor miliknya juga masih berada di dalam ruko. Sementara korban memang selalu tidur di ruko.

Usai api berhasil dipadamkan, polisi serta  petugas pemadam  mencari korban. Darma  turut  masuk ke lokasi untuk menunjukkan  posisi keponakannya biasa tidur."Dia tidur di lantai atas," katanya. Sementara  korban  ditemukan di bagian belakang ruko yang sudah terbakar dengan kondisi mengenaskan dan tertimpa reruntuhan bangunan.Sementara satu diantara pemilik usaha warung kopi yang  menjadi korban kebakaran, Hery Lingga mengatakan, saat kebakaran baru saja mau tidur. Ia mendengar suara teriakan kebakaran. Teman dan adiknya yang tidur di lantai atas langsung dibangunkan.

Ia mengatakan tak banyak  barang yang dapat di selamatkan. Kecuali ijazah dan beberapa bungkus rokok. Barang berharga lain serta pakaian semua hangus terbakar.Sementara, rekan usahanya, Aang mngaku juga tak sempat menyelamatkan banyak barang pada saat kejadian, lantaran panik."Tak sempat bang, saya sedang tidur.  Tiba-tiba  Lingga membangunkan saya, dan api sudah membesar,” katanya. (stm)

Berita Terkait