Gidot Siap Dampingi Karol

Gidot Siap Dampingi Karol

  Rabu, 13 December 2017 10:00

Berita Terkait

Cornelis: PDIP Usung Karol-Gidot 

PONTIANAK - Teka-teki mengenai pasangan calon yang bakal diusung partai politik mulai terungkap. PDIP sudah memutuskan untuk mengusung Karolin Margaret Natasha dan Suryadman Gidot dalam kontestasi Pilgub Kalbar 2018.

“Karolin sebagai gubernur dan Suryadman Gidot sebagai wakil gubernur,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan, Cornelis di sela-sela pelepasan purnatugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017, Selasa (12/12).

Meski sudah menentukan pasangan calon yang akan diusung namun PDIP belum mengantongi surat rekomendasi dukungan dari DPP. Demikian pula dengan deklarasi. Sejauh ini belum dijadwalkan.

Ia menyebutkan deklarasi bisa saja dilakukan menjelang pendaftaran pasangan calon ke KPU. “Rekomendasi belum. Tetapi ini sudah keputusan tingkat DPP karena persoalan partai politik dipegang DPP, baik itu bupati, wali kota, gubernur maupun presiden,” kata Gubernur Kalbar ini. 

Cornelis mengklaim baru nama Karolin dan Suryadman Gidot yang keluar untuk diusung dalam pemilihan kepala daerah. Sementara untuk pasangan calon kepala daerah lain belum diputuskan. “Sudah keluar formulir sesuai UU dengan peraturan PKPU adalah Calon Gubernur, Karolin dan Wakilnya, Suryadman Gidot. Sedangkan pasangan calon lain belum,” sebutnya. 

Dengan memilih Suryadman Gidot, maka hampir dapat dipastikan bahwa PDIP akan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Sebab, Bupati Bengkayang itu adalah Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar. Sayangnya, Cornelis tidak menjelaskan secara detail alasan memilih Gidot sebagai pasangan Karolin untuk maju dalam Pilgub. 

Menurutnya, keputusan itu sepenuhnya di tingkat DPP. Sedangkan pengurus di daerah tugasnya berkomunikasi dengan seluruh partai politik. “Itu urusan ketua partai masing-masing,” ujarnya. 

Lantas bagaimana dengan kader PDIP lain yang juga ingin maju? Cornelis menilai setiap kader PDIP berhak untuk maju dalam pemilukada. Hanya saja, partai memiliki kajian untuk memutuskan siapa yang akan diusung. 

“Bagi kader PDIP silakan maju. Nanti diukur secara ilmiah menggunakan teori ilmu sosial. Setelah survei tentu ada keputusan siapa yang diusung,” jelasnya. Bahkan, lanjut dia, ketika partai sudah menentukan pasangan calon, kader PDIP tetap berhak untuk maju mencalonkan diri dalam pemilukada. “Tidak masalah yang penting partainya ada,” tukas Cornelis. 

Seiring dengan keputusan itu, menurutnya mesin partai pun sudah siap bergerak guna mengampanyekan pasangan calon yang akan diusung. “Soal partai, begitu sudah verifikasi, berarti semua peralatan sudah siap untuk jalan,” ujarnya. 

PDIP juga terus melakukan lobi politik guna mendapatkan tambahan partai pengusung. Cornelis menyebutkan ada dua partai yang bakal ikut mengusung yakni Gerindra dan PKPI. Ia pun mengklaim dukungan yang didapat itu juga merupakan keputusan di tingkat DPP masing-masing partai. “Sebentar lagi Gerindra dan PKIP, yang lain masih lobi-lobi,” kata dia.

Saat dikonfirmasi, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot yang namanya disebut berpasangan dengan Karolin mengaku belum tahu pernyataan dari Gubenur Kalbar, Cornelis. ”Saya belum tahu. Belum menerima surat resminya juga. Tahunya dari kawan media saja nih yang menghubungi saya,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Namun, seandainya rekomendasi DPP PDIP mengusungnya berpasangan dengan Karolin Margret Natasha, Gidot menyatakan kesiapannya. ”Seandainya benar direkomendasikan saya siap. Secepatnya saya akan melapor ke DPP Demokrat juga,” ucapnya.

Gidot menyampaikan bahwa DPP Demokrat belum mengetahui kabar ini. Pasalnya DPP Demokat juga masih berproses untuk mengeluarkan nama siapa bakal calon kepala daerah Kalbar yang diusung. “Kami juga masih menunggu. Tetapi karena ada kabar dari pernyataan Ketua PDIP Kalbar, kami akan respon ke pusat secepatnya,” ungkap Gidot.

Secara pribadi, Gidot menyatakan kesiapannya maju, baik sebagai bakal calon Gubernur Kalbar maupun Wakil Gubernur Kalbar. “Kesiapan ini termotivasi oleh keinginannya untuk mengabdi kepada masyarakat Kalbar,” ujarnya. 

“Pesan saya, jangan sampai karena pilkada masyarakat juga terkotak-kotak. Sebab kita memilih pemimpin yang mewakili seluruh masyarakat Kalbar,” kata Ketua DPD Demokrat Kalbar ini.

Perihal dukungan partai lain terhadap Karolin-Gidot, pihaknya akan menyambut baik jika ada yang ingin bekerjasama, tentu dengan didukung surat rekomendasi atau surat penetapan dari DPP masing-masing. 

“Kan kita tak bisa memaksa partai lain untuk mengusung atau mendukung. Harapan kami yakni lebih banyak membangun koalisi ya lebih bagus, sehingga tak banyak pasangan maju,” ujarnya.

Terpisah, Suriansyah, Ketua DPD Gerindra Kalbar mengaku belum tahu bahwa PDIP mengusung Karolin-Gidot seperti penyataan Ketua DPD PDIP Kalbar yang juga Gubernur Kalbar, Cornelis. “Saya belum dapat informasi resmi soal tersebut,” ucapnya.

Suriansyah menyampaikan bahwa DPP Gerindra berencana akan mengumumkan bakal calon kepala daerahnya pada 15 Desember nanti untuk seluruh Indonesia. Namun seandainya PDIP sudah lebih awal mengumumkan bakal calon kepala daerah, pihaknya akan berkomunikasi dengan DPP Gerindra terlebih dahulu guna menentukan langkah ke depan. 

“Kami akan berkomunikasi dengan DPP Gerindra dulu, tindakan apa yang harus dilakukan. Kami akan ikut arahan DPP seperti apa,” kata Wakil Ketua DPRD Kalbar ini. 

Sebagaimana diketahui, DPP Gerindra sebulan sebelumnya telah memberikan rekomendasi ke Karolin Margret Natasha sebagai bakal calon gubernur. Waktu itu, Gerindra juga memberikan alternatif pasangan bakal calon wakil gubernur yakni Askiman (Wakil Bupati Sintang), M. Zeet Hamdy Assovie (Sekda Kalbar), dan Suriansyah (Ketua Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Kalbar). 

”Pertama  kami belum dapat konfirmasi resmi. Kami sebagai partai tentu sudah menyiapkan bakal calon alternatif. Untuk koalisi tentunya akan dibicarakan bersama, kepentingannya seperti apa. Kalau keputusannya ke Suryadman Gidot (bakal calon wakil Gubernur), tentu DPP Gerindra akan ikut memberikan rekomendasi baru nantinya. Kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Mustaat Saman, Ketua PKPI Kalbar menyampaikan pada prinsipnya PKPI mendukung Karolin Margret Natasha sebagai bakal calon Gubernur Kalbar. Pasalnya, Karolin dinilai sudah sangat intensif berkomunikasi dengan DPP PKPI. Hanya saja, untuk posisi wakil, menurutnya masih akan dibahas dalam rapat koalisi partai.

“Masalah wakil masih dikomunikasikan internal pada tingkat koalisi. Dalam waktu dekat selain menunggu keputusan DPP PKPI,” ucap dia.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat dihubungi Pontianak Post, kemarin (12/12), belum merespons. Sedangkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Bambang Dwi Hartono saat dikonfirmasi menyatakan bahwa partai belum memutuskan nama untuk cagub Kalbar. "Belum," kata Bambang singkat saat dihubungi Pontianak Post, kemarin (12/12). 

Anggota DPR RI asal Kalbar, Lasarus menanggapi dingin pernyataan Cornelis terkait duet Karol-Gidot. Lasarus yang namanya sempat disebut-sebut bakal menggunakan perahu PDIP untuk maju sebagai calon gubernur ini bahkan menganggap pernyataan Cornelis tidak jelas sumbernya.

“No comment. Saya tidak ingin mengomentari sesuatu yang tidak jelas sumbernya,” kata kader PDIP ini.  Menurut dia, pihak yang berhak mengumumkan rekomendasi calon gubernur/calon wakil gubernur hanyalah ketua umum partai. Sementara, sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Ketua Umum PDIP untuk rekomendasi cagub/cawagub dari PDIP untuk Kalbar.

 (mse/den)

Berita Terkait