Geretak Sungai Jawi Bisa jadi Identitas Kota

Geretak Sungai Jawi Bisa jadi Identitas Kota

  Sabtu, 1 Oktober 2016 10:05

Berita Terkait

WAKIL Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap jembatan-jembatan di sana nantinya menjadi ikon baru di Kota Pontianak. Misalnya saja, kata dia, jembatan geretak satu yang sedang dibangun sekarang. Pagar jembatan nantinya akan dibuat dari kayu belian dengan memasukkan ornamen khas Kota Pontianak. Karena pembangunan kota menurutnya harus artistik sesuai kearifan lokal daerah.

 
“Boleh pakai material modern tapi dikombinasikan, ada beton dan besi tapi kita mintanya ada material kayu juga sebagai unsur khas Kota Pontianak,” ucap Edi Kamtono, Jumat (30/9).

Jembatan geretak satu sendiri akan dibangun lebih tinggi tanpa ada tiang tengah. Selain karena dekat dengan pelabuhan, pembangunan tanpa tiang tengah juga agar memungkinkan sampan dapat lewat di bawahnya. Untuk pengerjaannya sendiri diperkirakan selesai akhir tahun ini.

“Untuk nama-namanya mungkin biasa dipikirkan nanti, kalau sekarang kan sudah ngetop nama geretak 1, 2 dan seterusnya. Nanti setiap jembatan di sepanjang sungai Jawi itu akan beda-beda konsepnya,” sebutnya.

Dia mencontohkan dari beberapa jembatan yang telah dibangun, misalnya di Jalan Bukit Barisan ada semacam kabel yang jadi identitas. Lalu di Gang Margodadirejo ada miniatur Tugu Khatulistiwa di pagarnya.

Nanti jembatan-jembatan lain yang akan dibangun harus memiliki penanda berbeda. Selain unik, hal itu akan memudahkan masyarakat mengingat lokasi tersebut.

“Itu perlu diciptakan sebab masyarakat akan lebih mudah, itu salah satu cara membuat kota ini smart. Memang jika yang sehari-hari tinggal di kota mungkin hafal, tapi untuk yang baru ke Pontianak identitas ini bisa mempermudah mencari lokas,” ujarnya.

Menurutnya pembangunan jalan pararel Sungai Jawi sendiri masih terus berjalan. Secara bertahap jembatan-jembatan di sepanjang sungai akan dibongkar. Hingga tinggal menyisakan sembilan atau 11 jembatan saja.

Kondisi saat ini antara geretak 2 dan 3 sudah tuntas terhubung. “Yang agak banyak kendala paling antara geretak 3 sampai ke Bukit Barisan. Di situ ada beberapa masalah juga yang akan segera kami selesaikan,” katanya.

Wilayah ini bisa menjadi ikon kota yang baru jika terus ditata dengan baik. Edi yakin saat sudah tertata daerah tersebut bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Sejauh ini jembatan lain belum dibongkar karena belum ada akses yang menghubungkan kedua ruas jalan, targetnya 2017 semua sudah selesai,” harapnya.(bar)

Berita Terkait