Gerebek Indekos, Polisi Dapat Sabu

Gerebek Indekos, Polisi Dapat Sabu

  Rabu, 6 April 2016 09:55
SABU. Barang bukti sabu dan lainnya yang disita polisi dari penggerebekan indekos dini hari tadi. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU-Selasa (5/4) dini hari sekira pukul 00.30, kepolisian dari Sektor Kapuas melakukan penggerebekan sebuah indekos di Gang Delima, Jalan H.Abas Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kota Sanggau. Dari informasi yang berkembang, indekos tersebut diduga kuat menjadi tempat peredaran narkoba jenis sabu untuk wilayah Kota Sanggau.

Dari penggerebekan itu, polisi menangkap seorang pria bernama Sandi Wisnu, 29 tahun, pengedar sabu. Dari tangannya didapatkan satu bungkusan sabu-sabu siap edar. Selain itu, turut disita uang tunai senilai Rp800 ribu yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut.

Kapolsek Kapuas, AKP Bambang Suharno membenarkan adanya penggerebekan oleh anggotanya. Pengungkapan peredaran narkoba ini terendus setelah adanya informasi dari masyarakat yang disampaikan kepada polisi.

“Informasi yang kami peroleh ini kemudian dikembangkan. Mula-mula melakukan penyelidikan terlebih dahulu, setelah dipastikan kebenaran informasinya baru anggota bergerak ke tempat yang dimaksud,” ungkapnya ditemui Selasa pagi kemarin.

Dikatakannya, penggerebekan tersebut dilakukan bersama dengan tim gabungan Satrestik, Bag Ops, dan Satintelkam Polres Sanggau. Selain sabu dan uang, polisi juga menyita sejumlah barang diantaranya timbangan digital, sendok sabu dari bahan pipet plastik, bundelan plastik bening berklip, dan telepon genggam.

“Usai digerebek, pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Kapuas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti juga kami bawa ke kantor,” ujar dia.

Terkait dengan kasus ini, polisi juga mengambil keterangan terhadap dua orang saksi. Sampai dengan pagi kemarin, pemeriksaan masih dilakukan oleh anggota kepolisian. “Ada saksi juga yang kami bawa untuk mengambil sejumlah keterangan,” katanya.

Peredaran narkoba di Sanggau memang sudah sangat mengkhawatirkan. Indekos menjadi salah satu sarang bagi para pelaku pengedar barang haram ini. karena itu, dia mengharapkan agar pemilik indekos lebih selektif kepada calon penghuni yang akan masuk. (sgg)

Berita Terkait