Generasi Muda Siap MEA

Generasi Muda Siap MEA

  Sabtu, 26 December 2015 08:34   1

Kata pertama yang kita ucapkan diakhir 2015 ini adalah “ Welcome to MEA” yang mana sebentar lagi kita akan menghadapi pasar bebas yang dinanti-natikan oleh negara yang siap bertarung dan merupakan awal dari persaingan di dunia global kususnya di Asia tenggara. Yang bertujuan untuk membangun perekonoiman yang merata di kawasan Asia tenggara yang mana setiap negara yang tergabung dalam ASEAN akan bersaing ketat kususnya di bidang ekonomi. Dalam menghadapi persaingan yang ketat tersebut setiap negara tergabung harus memeliki daya saing yang tinggi. Bagaimana dengan Indonesia ?

Persaingan yang ketat tersebut terlihat dari tenaga asingyang bebas masuk ke Indonesia untuk mengelola sumber daya yang ada. Sebagai contoh freeport yang ingin memperpanjang kontraknya di indonesia memperlihatkan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam yang pada akhirnya tidak dinikmati masyarakat melainkan di nikmati bangsa lain. Dengan masuknya tenaga kerja Asing, akan menyebabkan bertambahnya pengangguran karena level persaingan tenaga kerja akan meningkat. Masyarakat Indonesia kususnya tenaga kerja muda  akan bersaing bukan saja hanya sesama warga negara melainkan dengan warga negara asing atau tenaga kerja asing.

Apakah tenaga kerja kita siap? Apabila tenaga kerja kita kalah saing dengan tenaga kerja asing maka yang terjadi lapangan-lapangan pekerjaan akan di isi dengan oleh orang-orang asing sedangkan masyarakat Indonesia yang sebenarnya memiliki kualitas dan potensi justru tidak memiliki pekerjaan. Apakah kualifikasi keprofesionalan sumber daya manusia di Indonesia sudah menyanggupi untuk bersaing di pasar global ?

Semua hal tersebut dapat di antisipasi dengan mempersiapkan diri sendiri sebagai generasi muda yang akan bersaing menghadapi era MEA dengan meningkatkan mutu kita sebagai tenaga kerja muda yang berkualitas. Hal yang perlu di persiapkan adalah mental yang kuat dan komitmen karena persaingan dunia bisnis yang sangat ketat membutuhkan sebuah metal yang kokoh dan komitmen, tanpa mental saing yang kuat dan komitmen yang kuat dirimu akan runtuh sebelum menghadapi pesaing-pesaing MEA.

Kemudian tenaga kerja muda Indonesia harus membekali diri dengan kompetensi pengatahuan informasi yang banyak dalam berabagai aspek kehidupan terutama teknologi informasi, dikarenakan pengetahuan teknologi informasi sangat penting saat inisehingga diharapkan para tenaga kerja lebih luwes dan memiliki wawasan yang lebih luas. Selain kompetensi pengetahuan yang baik kita juga perlu mempersiapkan komptetnsi dalam berkomunikasi karena pasar ASEAN ini menutut kita dapat berbahasa asing terutama bahasa Inggris. Selain itu, tenaga kerja perlu meingkatkan kedispilinan serta menanamkan budaya kerja yang baik dengan membiasakan diri dalam memproduksi ide yang kreatif dan baru agar dapat bersaing dengan pekerja Asing. Dengan mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan yang ketat di era MEA ini masyarakat mampu mendapatkan manfaat yang menyejahterakan.

 

*)Felix Halim, Mahasiswa Polteq