Gencar Lakukan Patroli, Utamakan Kesukarelaan Warga

Gencar Lakukan Patroli, Utamakan Kesukarelaan Warga

  Jumat, 24 June 2016 09:30
LANGKA: Satwa langka yang pernah diserahkan oleh pemiliknya kepada BKSDA Kalbar. MEIDY KHADAFI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat terus melakukan patroli penertiban peredaran tanaman dan satwa liar dilindungi undang undang. Ini dilakukan agar kesadaran warga secara sukarela menyerahkan satwa langka yang dimilikinya. 

****

PATROLI penertiban peredaran tanaman dan satwa langka yang dilakukan selama tiga hari terakhir, Minggu (19/6) hingga Rabu (22/6) di wilayah Ketapang, tim melakukan evakuasi terhadap sejumlah satwa liar yang dilindungi yang diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya. 

Satwa tersebut diantaranya satu ekor Elang Bondol (haliastur indus), dan satu ekor Kakatua Jambul Kuning (cacatua sulphurea), yang diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya bernama Syahranur, warga Kendawangan, Ketapang. 

Kepala BKSDA Kalbar Sustyo Iriyono mengatakan, patroli penertiban peredaran tanaman dan satwa liar ini merupakan bentuk dari strategi penyelamatan satwa yang seharusnya hidup di alam liar. 

Berdasarkan keterangan sang pemilik, kata Sustyo, satwa jenis Elang Bondol dan Kakatua ini dipelihara oleh pemiliknya selama kurang lebih enam bulan. Kondisi satwa dalam keadaan sehat.

Selain burug elang dan kakatua, BKSDA juga melakukan evakuasi terhadap satu ekor Klempiau (hylobates mulleri) usia 20 tahun yang diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya Syafi'i  warga Desa Tuan Tuan, Ketapang.

Satwa primata jenis Klempiau dengan jenis kelamin betina ini dipelihara pemiliknya selama 15  tahun.

Selain itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar juga menerima penyerahkan satwa dari Karantina Pelabuhan Laut Suka Bangun berupa buruk Merak (pavo muticus) sebanyak dua ekor dengan umur kurang lebih 2 tahun.

Menurut Sustyo, satwa tersebut diamankan dari kapal barang dari Semarang. "Tindak lanjut selanjutnya, akan menyelidiki terhadap pengirim dan penerima barang secara intens serta melakukan penjagaan dan pengawasan di sekitar kawasan pelabuhan," tegasnya.

Terhadap satwa jenis Burung (aves), tambah Sustyo, akan dititip-rawatkan di Lembaga Konservasi Sinka Zoo-Singkawang, dan terhadap satwa primata Klempiau rencana akan dititip-rawatkan untuk direhabilitasi di Yayasan Kalaweit di Kalimantan Tengah. (arf)

Berita Terkait