Gempabumi Kendawangan Dipicu Sesar Aktif

Gempabumi Kendawangan Dipicu Sesar Aktif

  Jumat, 24 June 2016 13:00

Berita Terkait

JUMAT 24 Juni 2016, gempabumi tektonik mengguncang kuat Kandawangan, Ketapang, Kalimantan Barat. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi  terjadi pada pukul 07.41.36 WIB dengan kekuatan M=5,0 dengan episenter terletak pada koordinat 2,61 LS dan 110,19 BT, tepatnya di darat pada jarak sekitar 10 kilometer arah baratdaya Kota Kandawangan pada kedalaman hiposenter  10 kilometer.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. DARYONO, S.Si.,M.Si menjelaskan efek gempabumi yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa wilayah terdampak gempabumi di Kota Kandawangan dan sekitarnya mengalami guncangan pada skala intensitas V-VI MMI (III SIG-BMKG).

“Getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan orang terkejut dan lari keluar dan kerusakan ringan pada bangunan rumah dapat terjadi,” ujar Daryono.

Menurut laporan banyak warga setempat panik dan berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Laporan terbaru menyebutkan terjadi kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah di Kandawangan sebagai dampak gempabumi ini.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa berdasarkan kedalaman hiposenternya yang cukup dangkal menunjukkan bahwa gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Karena hiposenter berada di kedalaman 10 kilometer maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini di rasakan cukup kuat.

Dijelaskan Daryono, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh sesar aktif dengan mekanisme sesar turun (normal fault). Kondisi ini sesuai dengan data geologi setempat yang menunjukkan bahwa di daerah ini terdapat struktur tektonik berupa lipatan, sesar, dan kelurusan. Lipatan umumnya berarah timur-barat. Sementara itu, di zona ini sistem sesar tidak berkembang dengan baik, hanya berupa sesar-sesar mikro yang umumnya berarah timur-barat.

Kelurusan umumnya juga berarah timurlaut-baratdaya dan barat-timur. Sehingga masih relevan jika jurus sesar yang dihasilkan analisis mekanisme sumber berarah tenggara-baratlaut.

Berdasarkan monitoring BMKG, hingga penjelasan ini disampaikan, sudah terjadi satu kali gempabumi susulan. Kepada masyarakat Kandawangan dan sekitarnya, dihimbau agar tetap tenang sambil mengikuti arahan BPBD dan BMKG, serta tidak terpancing isu karena gempabumi susulan yang terjadi kekuatan semakin kecil dan tidak ada potensi akan terjadinya gempabumi yang lebih besar.**

Twitter: @daryonobmkg

 

Berita Terkait