Gempa Kendawangan, Rumah Seperti Ditabrak Truk

Gempa Kendawangan, Rumah Seperti Ditabrak Truk

  Sabtu, 25 June 2016 10:35

Berita Terkait

KENDAWANGAN - Gempa berkekuatan 5,1 skala richter menguncang Kecamatan Kendawangan dan beberapa wilayah di Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (24/6). Gempa yang berpusat di 128 kilometer Barat Daya Sukamara, Kalimantan Tengah di Kedalaman 10 kilometer itu dirasakan cukup kuat di Kendawangan. Bahkan, guncangan juga dirasakan warga Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Diprediksi titik pusat gempa ada di 45 kilometer arah Kendawangan. Sehingga warga Kendawangan merasakan gempa yang cukup kuat. Peristiwa yang terbilang cukup jarang terjadi di Kalimantan Barat, khususnya di Ketapang ini terjadi pada pukul 07.42 WIB. Gempa susulan dengan skala lebih kecil juga dirasakan sebanyak dua kali.

Warga yang merasakan guncangan cukup kuat spontan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. "Rumah kami sampai bergoyang. Saya menyuruh anak saya keluar rumah takut rumah saya roboh," kata Samsul, warga Kampung Sukun Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, kemarin (24/6).

Dia menceritakan bagaimana kekuatan gempa pertama mampu menggetarkan seisi rumahnya. Saking kuatnya gempa yang dirasakan, seakan rumahnya ditabrak truk besar. Namun ia bersyukur tidak terjadi apa. "Rumah kami seperti ditabrak truk. Tetangga kami semuanya berhamburan keluar. Takut roboh rumahnya," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Razali. Warga Desa Mekar Utama ini mengatakan bahwa betapa kuatnya guncangan yang disebabkan gempa pertama. Guncangan pertama mampu membuat isi warung mikiknya berantakan. "Barang-barang di dalam toko jatuh. Pokoknya berantakan setelah gempa itu," jelasnya.

Ia mengaku takut karena ia baru pertama kali merasakan gempa. Namun ia bersyukur gempa tidak menimbulkan tsunami. "Semoga ini gempa yang pertama dan terakhir. Semoga ini juga menjadi peringatan untuk kita semua dan ambil hikmahnya apalagi terjadi pada bulan Ramadan ini," ucapnya.

Dari pantauan di beberapa titik di Kendawangan, beberapa jam pasca gempa, masih banyak warga yang enggan masuk ke dalam rumah. Mereka memilih menetap di luar rumah mengantisipasi gempa susulan. Sebagian warga memilih menggelar tikar dan tidur di bawah pohon.

Masyarakat berkerumun di tempat terbuka masih dengan rasa kekhawatiran dan takut. Peristiwa ini merupakan yang pertama kalinya di Kendawangan. Jadi wajar, peristiwa ini membuat masyarakat takut. "Takut kalau melihat di TV-TV sampai rumah ambruk. Makanya warga memilih di luar rumah hingga berjam-jam," ujar Usman.

Cuaca yang mulai panas membuat warga mulai memberanikan masuk kerumah. Sekitar pukul 10.00 WIB atau sekitar dua jam pasca gempa, warga sudah masuk kerumah. Sementara para kaum laki-laki bersiap-siap untuk salat Jumat. "Tapi kami masih berjaga-jaga khawatir ada gempa susulan. Jadi, pintu rumah tidak ditutup. Kalau gempa tinggal lari keluar," ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Kerusakan rumah dan fasilitas umum lainnya belum ditemukan.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak Giri Darmoko mengatakan, gempa bumi 5,1 Skala Richter (SR) MMI yang mengguncang wilayah Kendawangan Kabupaten Ketapang tidak akan mengakibatkan gempa susulan lebih besar.

“Tidak ada potensi gempa susulan lebih besar atau tsunami,” katanya saat dihubingi Pontianak Post, Jumat (24/6) sore.

Giri menjelaskan, gempa kemarin hanya terjadi paling banyak dua kali gempa susulan yang jauh lebih ringan. Gempa ini juga dipastikan tidak akan terjadi di wilayah lain di Kalbar, selain Kendawangan. “Hanya di Kendawangan saja, akibat yang terjadi hanya kerusakan ringan saja,” ucapnya. 

Pusat gempa dikatakan berada di kedalaman 10 kilometer, tepatnya di koordinat -2.77 Lintang Selatan dan 110.09 Bujur Timur, masih bersifat dangkal. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi  terjadi dengan kekuatan M=5,0 dengan episenter terletak pada koordinat 2,61 LS dan 110,19 BT, tepatnya di darat pada jarak sekitar 10 kilometer arah baratdaya Kota Kandawangan pada kedalaman hiposenter  10 kilometer.

Efek gempa bumi yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa wilayah terdampak gempabumi di Kota Kandawangan dan sekitarnya mengalami guncangan pada skala intensitas V-VI MMI (III SIG-BMKG).

Menurut laporan banyak warga setempat panik dan berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Laporan terbaru menyebutkan terjadi kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah di Kandawangan sebagai dampak gempabumi ini.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa berdasarkan kedalaman hiposenternya yang cukup dangkal menunjukkan bahwa gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Karena hiposenter berada di kedalaman 10 kilometer maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini di rasakan cukup kuat.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh sesar aktif dengan mekanisme sesar turun (normal fault). Kondisi ini sesuai dengan data geologi setempat yang menunjukkan bahwa di daerah ini terdapat struktur tektonik berupa lipatan, sesar, dan kelurusan. Lipatan umumnya berarah timur-barat. Sementara itu, di zona ini sistem sesar tidak berkembang dengan baik, hanya berupa sesar-sesar mikro yang umumnya berarah timur-barat.

Kelurusan umumnya juga berarah timurlaut-barat daya dan barat-timur. Sehingga masih relevan jika jurus sesar yang dihasilkan analisis mekanisme sumber berarah tenggara-baratlaut.

Berdasarkan monitoring BMKG, hingga penjelasan ini disampaikan, sudah terjadi satu kali gempabumi susulan. Dia mengimbau agar masyarakat tetap bersikap tenang dan tidak termakan isu-isu yang belum jelas sumbernya. “Tunggu informasi dari instansi terkait seperti BNPB atau BMKG setempat di Ketapang,” pesannya.(afi/bar)

 

Berita Terkait