Gelombang Terakhir Berangkat dari Jakarta

Gelombang Terakhir Berangkat dari Jakarta

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:47
Glenn Victor Sutanto DAN Yessy Venesia Yosaputra

Berita Terkait

JAKARTA – Kontingen Indonesia sudah siap berjuang di arena Olimpiade 2016. Rabu dini hari kemarin (3/8) gelombang terakhir keberangkatan tim Merah Putih sudah berlangsung. Dalam rombongan tersebut yakni wakil renang Indonesia yang diperkuat Yessy Venesia Yosaputra dan Glenn Victor Sutanto.

Mereka didampingi pelatih pelatnas, Albert C Sutanto dan Hartadi Nortjojo yang mendampingi kedua perenang sejak sepekan yang lalu di Jakarta. Dengan demikian, mereka akan bersiap menjadi bagian dari defile kontingen Indonesia dalam opening ceremony di Rio de Janeiro, Brasil besok (5/8).

Mereka bertolak dari Jakarta menuju Rio dengan melewati satu kali transit di Doha, Qatar. ”Kami sudah berangkat, harus terus berjuang dengan waktu yang mepet,” ujar Glenn via pesan singkat. Wajar, karena, akhir pekan lalu, Glenn masih berada di Hongkong untuk menjalani turnamen terakhir jelang penampilan perdananya di pentas Olimpiade.

Glenn yang tampil di nomor 100 meter gaya kupu-kupu akan menjadi delegasi buat Indonesia. Catatan waktu terakhir yang diperlihatkan Glenn yakni di 55,8 detik. Catatan tersebut masih terpaut 3 detik lebih lama dari waktu terbaiknya. 

Namun, dalam kesempatan ini, Glenn optimitis kalau dirinya bisa memecahkan rekor pribadinya yakni, 52,77 detik. ”Ini mungkin menjadi kesempatan terakhir saya buat tampil di Olimpiade, berat memang tetapi harus tetap mencoba,” sebutnya.

Dalam rombongan terakhir tersebut, sejumlah perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga turut serta. Misalnya. Krisna Bayu, Komisi Atlet KOI menjelaskan bahwa dirinya memang akan mendampingi kloter terakhir pemberangkatan tim Indonesia.

”Istilahnya sapu ranjau, sebagai bentuk perhatian KOI untuk memberikan pelayanan terbaik buat atlet,” terangnya. Sebagai mantan atlet yang sempat merasakan atmosfer Olimpiade, Bayu menjelaskan bahwa kesempatan tampil di Olimpiade harus bisa dimaksimalkan. 

”Tidak banyak atlet Indonesia yang mendapatkan kesempatan itu, sekalinya didapat tentu seharusnya dibayar dengan prestasi terbaik,” sebutnya. (nap)

Berita Terkait