Geliat Sekolah Animasi Siapkan Tenaga Terampil Industri Kreatif

Geliat Sekolah Animasi Siapkan Tenaga Terampil Industri Kreatif

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:30
SIAP KERJA: Agam Amintaha (dua dari kanan) membimbing murid yang sedang mengerjakan tugas pembuatan film animasi. Fedrik Tarigan/Jawa Pos

Berita Terkait

Baru Setahun Sudah Garap Film Seri

Industri kreatif Indonesia tumbuh di daerah-daerah. Salah satunya diperlihatkan Jurusan Animasi SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah. Siswa di sekolah itu sedang punya proyek besar: membuat film animasi yang siap tayang di layar lebar.

NORA SAMPURNA, Jakarta

Booth RUS Animation Studio tampak mencolok di antara ratusan booth Popcon Asia 2016 di Jakarta Convention Centre (JCC), pertengahan Agustus lalu. Didesain seperti hutan nan rindang, pengunjung tak pernah surut berdatangan selama tiga hari pameran. Beberapa anak muda tampak serius menggambar di perangkat komputer canggih. Mereka adalah pelajar SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus yang sedang menyelesaikan storyboard untuk Pasoa & sang Pemberani.

Pasoa & sang Pemberani merupakan film animasi 3D yang merupakan karya anak-anak sekolah itu dengan dimentori guru dan praktisi yang sudah berpengalaman di industri animasi. Sebuah pencapaian yang membanggakan mengingat usia jurusan animasi di SMK RUS baru satu tahun. Sekolah kejuruan tersebut berdiri pada 2005 dengan fokus awal pada pendidikan grafika sehingga lebih dikenal dengan sebutan SMK Grafika. 

’’Pada 2015, ada tawaran dari Djarum Foundation untuk membuka jurusan baru, yaitu animasi,” tutur Agam Amintaha, ketua jurusan animasi SMK RUS, saat ditemui di JCC, Minggu (14/8).

Yang istimewa, Jurusan Animasi SMK RUS menggunakan kurikulum yang disinkronkan dengan kebutuhan industri. Mereka juga menggandeng para animator profesional –salah satunya BASE Studio di Bali– sebagai konsultan. Hal itu berangkat dari pemikiran bahwa industri kreatif di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menunjukkan, sejak 2010 rata-rata pertumbuhan sektor itu setiap tahun mencapai 7 persen.

Untuk mendorong peningkatan sektor industri kreatif, dibutuhkan banyak tenaga terampil. Memang saat ini di seluruh Indonesia ada 132 sekolah kejuruan yang memiliki jurusan animasi. Namun, yang siap terjun ke industri kreatif tidak banyak. 

”Itulah sebabnya, fokus kami menyiapkan tenaga terampil yang siap terjun ke industri animasi sebagai kreator dan pelaku industri,” papar pria berkacamata tersebut. 

Pada angkatan pertama 2015–2016, jumlah murid jurusan animasi baru 25 orang. Kemudian, angkatan kedua menerima 70 murid yang diseleksi dari ratusan pendaftar. Pada tahun kedua itu, murid tidak hanya berasal dari Kudus, namun sudah menyebar sampai Indonesia Timur. 

Soal fasilitas, jangan ditanya. RUS Animation Studio di Kudus, tempat belajar murid-murid SMK Raden Umar Said, memiliki fasilitas canggih yang setara dengan pengerjaan film-film animasi 3D dunia. Menggunakan software Autodesk Maya, The Foundry Nuke Studio, dan Adobe Creative Suite yang sesuai dengan standar kebutuhan industri. 

Para murid mendapatkan pengalaman langsung (hands-on-experience) dari pengajar dan profesional mengenai tiap stage pengerjaan animasi. Mulai preproduction berupa penulisan cerita, desain produksi, storyboard, kemudian proses produksi yang meliputi 3D modeling, shading, texturing, rigging, compositing, rendering, visual effect, dan lighting. Berlanjut ke postproduction, yaitu layouting, animating, color grading, hingga yang terkait dengan sound, scoring, dan audio. 

”Dengan begitu, murid-murid benar-benar merasakan seperti apa siklus kerja industri,” lanjut Agam yang mengajar di SMK RUS sejak 2007. 

Sebanyak 16 siswa dengan spesifikasi keahlian masing-masing tergabung dalam proyek Pasoa & sang Pemberani. Yang punya kemampuan tinggi di gambar bertugas mengerjakan konsep art dan storyboard. Jago di penggerakan menggarap animasi. Begitu pula yang punya skill mengenai lighting. 

”Karena di industri pun seperti itu. Setiap orang mengerjakan yang sesuai dengan keahliannya sehingga lebih optimal,” papar Agam.

Murid-murid juga mendapatkan mentoring dari Woody Woodman, praktisi animasi dunia dari Walt Disney Animation Studio yang terlibat dalam pembuatan Brother Bear (2003), Tarzan (1999), dan Mulan (1998). Selain datang langsung, Woody mengajar via Skype dan mengirimkan video tutorial. Tiap dua minggu sekali ada tugas yang harus dikirimkan kepada Woody. 

”Kemudian, akan di-review oleh Woody. Itu pengalaman yang luar biasa untuk anak-anak,” ujar Agam. Selain itu, ada animator legendaris Jepang Masami Obari, salah seorang yang memopulerkan gundam, yang turut memberikan workshop selama satu pekan di SMK RUS.

M. Taufiq, salah seorang murid yang tergabung dalam proyek Pasoa & sang Pemberani, mengungkapkan bahwa kesempatan dimentori animator dunia dan praktisi dari tanah air merupakan bekal yang sangat bermanfaat. 

”Nggak pernah kebayang sebelumnya bisa bekerja bareng, satu studio dengan orang-orang profesional. Bahkan, diajar langsung oleh animator dunia,” tuturnya.

Selain teknik animasi, banyak pelajaran lain yang didapat. Termasuk kedisiplinan. Di tim Pasoa, dia mengerjakan storyboard dan animatic. Motivasi Taufiq saat masuk Jurusan Animasi SMK RUS adalah ingin suatu saat nanti bisa ikut mewarnai industri film animasi Indonesia. 

”Harapan saya bisa membuat film animasi yang menjadi kebanggaan masyarakat,” ungkapnya.

Damas Nawanda, ilustrator dan creative technologist yang menjadi salah seorang supervisor dalam proyek Pasoa, merasa bangga saat melihat kemampuan murid-murid SMK RUS. 

”Terbukti, kalau sejak dini dikenalkan dengan siklus kerja industri dan software yang digunakan, anak-anak sangat cepat menyerap ilmu,” paparnya. Pria yang meraih master advanced computing and creative technology di University of Bristol, Inggris, tersebut optimistis melihat masa depan industri animasi tanah air. 

Proses pengerjaan Pasoa & sang Pemberani dimulai sejak akhir tahun lalu. Saat ini sudah mencapai 60 persen. Film itu mengangkat kearifan lokal, mengambil salah satu cerita rakyat di Aceh. Karakter Pasoa digambarkan sebagai penjaga alam yang merupakan hewan mitologi, gabungan dari hewan-hewan Nusantara. 

”Wajah seperti singa, tekstur tubuh menyerupai harimau, ekor komodo, dan tanduk rusa,” urai Agam. 

Pesan moral di dalamnya mengenai keseimbangan alam. ”Ketika manusia mengeksploitasi alam dengan tidak bertanggung jawab, alam bisa marah,” lanjutnya.

Teaser Pasoa & sang Pemberani sudah diluncurkan pada 5 April lalu. ”Untuk teaser sepanjang dua menit itu, dibutuhkan empat bulan lebih membuatnya,” kata Agam, menggambarkan betapa kompleks penggarapan sebuah karya animasi. Selain murid jurusan animasi, pengerjaannya dibantu jurusan desain komunikasi visual dan rekayasa perangkat lunak.

Pasoa & sang Pemberani direncanakan sebagai serial film animasi. Episode pertama dengan durasi sekitar 25 menit bakal di-launching di salah satu bioskop di Jakarta pada November. Dan, tak tanggung-tanggung, soundtrack film tersebut dibawakan penyanyi perempuan yang tengah naik daun, Isyana Sarasvati. Setelah itu, proyek tersebut diharapkan terus berlanjut ke episode-episode berikutnya. (*/c6/ari)

Berita Terkait