Geliat Ekonomi di Momen Imlek

Geliat Ekonomi di Momen Imlek

  Jumat, 12 February 2016 08:17
BELANJA IMLEK: Beberapa hari menjelang imlek, pengunjung sudah banyak memadati pusat-pusat perbelanjaan.MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Tahun Baru Imlek adalah salah satu momen saat ekonomi Kalimantan Barat berputar sedikit lebih lebih cepat. Mereka yang merayakan berbelanja sandang, pangan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sementara tradisi mudik membuat jasa transportasi lebih hidup. Aristono, Pontianak

Dari catatan Bank Indonesia, perputaran uang di Kalimantan Barat mengalami peningkatan pada momen tahun baru Imlek. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan, faktor musiman, termasuk tahun baru Imlek sangat berpengaruh terhadap perputaran uang dikarenakan pada periode tersebut tingkat kebutuhan uang tunai oleh masyarakat dan perbankan kerap kali menunjukan angka yang signifikan.

Dipaparkan dia, pada H-10 menjelang perayaan tahun baru Imlek 2016, jumlah outflow di KPw BI Kalbar tercatat sebesar Rp269,613 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 3,21 persen dibanding Imlek tahun lalu. Sedangkan untuk inflow, jumlah aliran uang yang masih H-10 menjelang tahun baru Imlek tercatat sebesar Rp255,501 miliar. “Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp24,348 miliar. Hal tersebut dikarenakan pada awal tahun 2016 dipengaruhi oleh meningkatna arus balik uang masuk pasca penarikan akhir tahun 2015,” imbuh dia.

Dwi menjelaskan, pada periode tahun 2013-2016 telah terjadi perbedaan karakteristik cashflow dimana aliran uang keluar lebih besar dibandingkan uang masuk sebesar Rp44.111,93 miliar. Di tahun 2014, tahun baru Imlek jatuh pada minggu ke-4 bulan Januari 2014, tepatnya tanggal 31 Januari 2014 dimana menjelang perayaan hari raya tersebut bersamaan dengan siklus arus balik uang tunai.

Tradisi memberi Angpao juga berpengaruh. Terutama dalam peningkatan permintaan uang pecahan kecil (UPK). Dijelaskan dia, tingkat kebutuhan UPK mengalami tren peningkatan. Untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2016 serta menaikkan Batas Maksimum Tarik Tunai dan Transfer Kartu ATM Debit Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat  membuka Loket Penukaran UPK. Adapun penukaran yang dilayani yaitu pecahan Rp 20 ribu ke bawah. Selain di loket Bank Indonesia, pelayanan penukaran UPK juga dilakukan oleh semua Bank Umum di Kalimantan Barat.

Sementara itu, usaha retail juga diperkirakan mengalami peningkatan pertumbuhan hingga 40 persen pada bulan Februari ini. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Kalbar, Daniel Edward Tangkau. “Pertumbuhan penjualan bisnis dapat meningkat sekitar 40 persen dibandingkan momen Imlek tahun lalu. Kondisi ekonomi yang tengah melesu akan sedikit terobati,” ujarnya.

Daniel mengatakan meski perekonomian masyarakat khususnya Kalbar mengalami perlambatan, namun katanya terlihat dari trafik dan transaksi di beberapa ritel terlihat adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut juga dipengaruhi faktor promo dan diskon dari para pelaku usaha retail. Asosiasi, lanjut dia,juga  mendorong para pengusaha ritel untuk menggelar promo-promo. “Konsumen kan adalah raja, jika bisa ada penekanan harga. Sekarang lorong sudah kita lebarkan, penjagaan yang dulunya banyak pelayanan kami longgarkan semua untuk kenyamanan konsumen,” kata Daniel.

Salah satu yang paling diuntungkan dari momen perayaan hari besar adalah jasa transportasi udara. Budaya mudik membuat aktivitas penerbangan, terutama rute Jakarta-Pontianak sangat padat.  General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak Bayu Iswantoro kepada Pontianak Post mengatakan Bandara Supadio diperkirakan menampung 155.000 penumpang pada periode Imlek ini.

“Angka tersebut meningkat tajam dibanding momen serupa pada tahun lalu, yaitu sekira 140 ribu penumpang. Jadi rata-rata kami melayani 10.000 penumpang per hari pada momen Imlek ini. Kebanyakan adalah warga Kalbar yang mudik Banyak pula wisatawan yang khusus datang untuk berkunjung menyaksikan festival Cap Go Meh di Singkawang,” papar dia.Meningkatnya jumlah penumpang berbanding lurus dengan trafik penerbangan. Diperkirakan akan ada 1500 penerbangan selama beberapa pekan di bulan ini. Angka ini juga lebih tinggi dari tahun lalu. Pada tahun 2015, angka penerbangan pada momen Imlek hanya 1.326 penerbangan saja. Tentu saja rute penerbangan yang mendominasi adalah Jakarta-Pontianak PP.

Bayu menyebutkan sejaun ini pihaknya sudah memberikan izin untuk penerbangan tambahan kepada tiga maskapai, dengan total 6 penerbangan tambahan untuk rute Jakarta-Pontianak PP. Maskapai yang mendapatkan extra flight adalah Garuda Indonesia (1), Sriwijaya Air (3) dan Lion Air (2). Extra flight tersebut sudah dimulai sejak awal bulan ini. (**)

Berita Terkait