Gelegarkan Malam Lebaran dengan Dentuman 300 Meriam

Gelegarkan Malam Lebaran dengan Dentuman 300 Meriam

  Jumat, 1 July 2016 09:30
GEMBIRA: Kegembiraan anak-anak dengan latar meriam karbit di pinggiran Sungai Kapuas dalam menyambut Idulfitri di Kota Pontianak. MEIDY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak menyatakan, persiapan pelaksanaan Festival Meriam Karbit telah mencapai 80 persen. Acara tahunan yang akan digelar pada malam takbiran ini dimeriahkan dengan 154 meriam dari 28 kelompok peserta festival. 

****

SEBANYAK 154 meriam itu yang ikut festival, tetapi yang tidak ikut jumlahnya juga cukup banyak, jadi seluruhnya ada sekitar 300 peserta,” ungkap Kepala Disbudpar Kota Pontianak Hilfira Hamid usai rapat akhir pelaksanaan Festival Meriam Karbit di Kantor Wali Kota, Kamis (30/6).

Hilfira menjelaskan, terutama di lokasi pembukaan sudah disiapkan panggung hiburan. Di sana akan ada pertunjukan seni budaya oleh warga setempat serta penyulutan meriam oleh para pejabat yang hadir. “Lokasinya di Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, tepatnya di Gang Muhajirin,” katanya.

Mengenai jumlah kepesertaan yang ikut festival, tahun ini diakuinya memang agak berkurang. Tetapi tetap ramai jika dihitung secara keseluruhan. “Karena yang ikut festival tidak boleh menggunakan meriam besi, sedangkan yang main banyak juga yang menggunakan meriam besi,” jelasnya.

Untuk melihat kemeriahan acara, menurutnya tergantung dengan kesiapan tuan rumah, yang menyajikan seluruh atraksi. Lokasi tuan rumah untuk setiap tahunnya juga akan berbeda-beda. Sehingga sudah tentu warga sekitar yang menjadi tuan rumah berlomba-lomba menyajikan yang terbaik. 

“Sebab jika menjadi tuan rumah wilayah mereka akan ada perbaikan-perbaikan fasilitas atau infrastruktur, ditambah masyatakat di sana juga bisa memanfaatkan momen ini secara ekonomi,” imbuhnya. 

Mengenai penilaian terhadap peserta festival, dijelaskan Hilfira ada beberapa item mulai dari suara, kekompakan tim, dekorasi hingga atraksi seni budaya. Juri akan menilai semalaman hingga semua selesai bermain. Juri-juri juga akan disebar, di Pontianak Selatan dan Tenggara ada tim jurinya, kemudian di Pontianak Timur juga ada. “Mereka dilengkapi dengan dokumentasi foto untuk membandingkan saat penilaian akhir,” ucapnya.

Untuk kunjungan wisata, seperti tahun-tahun sebelumnya diprediksi cukup banyak, seperti masyarakat Kota Pontianak yang merantau ke luar daerah dan juga turis nonmuslim. 

Untuk para pejabat yang diundang selain Wali Kota Pontianak juga ada Gubernur Kalbar, Kapolda Kalbar dan Pangdam XII Tanjungpura. “Apalagi pejabat ini kebanyakan baru, Insya Allah mereka datang karena penasaran ingin melihat,” pungkasnya.

Sekretaris Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Kalbar, Barry Shilmon menambahkan dari rapat final ini sudah diputuskan ada 28 kelompok yang ikut serta, di wilayah timur ada 15 kelompok, lalu selatan dan tenggara 13 kelompok. 

Dia juga mengakui tahun ini jumlah peserta memang sedikit merosot dari tahun-tahun sebelumnya. Artinya memang kesulitan secara financial cukup terasa bagi peserta. Kekurangan biaya menjadi faktor utama. “Ini menjadi pekerjaan rumah, bagaimana di tahun mendatang kami beusaha memperbaikinya,” katanya.

Mewakili forum ini dia berharap ke depan masalah pendanaan tidak hanya dari Pemkot Pontianak saja, tapi juga Pemprov Kalbar atau dinas terkait yang berhubungan dengan kebudayaan juga bisa membantu. “Kami meminta perhatian dan partisipasi mereka untuk menjaga tradisi meriam karbit ini, karena ini akan dijalankan secara terus menerus tiap tahun,” katanya. 

Secara umum untuk tahun ini persiapan seluruh peserta dikatkan sudah mencapai 90 persen. Tinggal menungu hari pelaksanaan. Serta ada sedikit perubahan akses masuk untuk tamu-tamu undangan VIP, yang sebelumnya direncanakan lewat jalur darat diubah menggunakan jalur sungai. 

“Semua undangan sudah siap, panitia berjumlah 52 orang dan pihak Kepolisian juga siap mendukung. Semoga bisa berjalan lancar dan aman,” harapnya.(bar)       

 

Berita Terkait