Gelar Raker Fasilitasi dan Dukungan LRIP

Gelar Raker Fasilitasi dan Dukungan LRIP

  Kamis, 21 April 2016 11:00
RAKER: Foto bersama usai kegiatan raker fasilitasi dan dukungan LRIP di Hotel Emerald Sanggau. (Benny BNNK for Pontianak Post)

Berita Terkait

SANGGAU-Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sanggau pada Rabu (20/4) pagi kemarin menggelar Rapat Kerja Fasilitasi dan Dukungan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah tahun 2016 dengan Forkompimda dan instansi serta lembaga terkait berkenaan dengan lembaga rehabilitasi dan residen narkoba. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Emerald Sanggau.

Kepala BNNK Sanggau, Kompol Ngatiya mengatakan raker ini berkenaan dengan estimasi penyalahguna narkotika di Indonesia pada tahun 2014 yang jumlahnya mencapai 2,18 persen atau sekira 3,8 juta penyalahguna. 

Tingginya angka prevalensi tersebut dengan idealnya harus diikuti dengan ketersediaan sarana dan fasilitas rehabilitasi untuk memudahkan alur layanan, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun masyarakat atau swasta. 

“Kondisi ini yang menjadi tantangan tersendiri dengan menggerakkan pemerintah maupun masyarakat dan swasta dalam menyediakan layanan rehabilitasi yang efektif, efesien dan akuntabel,” jelas dia kepada harian ini. 

Senada dengan itu, Kasi Rehabilitasi BNNK Sanggau Hery Ariandi, SKM mengatakan bahwa lembaga rehabilitasi yang ada di Kabupaten Sanggau berupa institusi milik pemerintah yakni RSUD Sanggau, Rumah Sakit Bergerak Balai Karangan dan Puskesmas Sosok Kecamatan Tayan Hulu. Sedangkan institusi milik komponen masyarakat diantaranya RS PTPN XIII Parindu.

“Kalau penunjukan RSUD ini sesuai Keputusan Bupati Sanggau Nomor 319 Tahun 2015. Begitu juga dengan RS Bergerak di Balai Karangan ditunjuk melalui Keputusan Bupati Sanggau Nomor 319 Tahun 2015. Kalau Puskesmas Sosok itu sesuai Keputusan Menkes RI Nomor 293/menkes/sk/VIII/2013 tertanggal 23 Agustus 2013,” terang dia.

Sedangkan RS PTPN XIII berdasarkan Keputusan BNN RI Nomor KEP/85/II/DE/RH.01/2015/BNN dan masih dalam proses perbaruan perjanjian kerjasama tahun 2016 sebagai lembaga rehabilitasi komponen masyarakat atau LRKM. Dia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan jumlah residen yang direhabilitasi pada lembaga rehabilitasi instansi pemerintah. (sgg/ser)

Berita Terkait