Gelar Komitmen Berantas Narkoba

Gelar Komitmen Berantas Narkoba

  Selasa, 28 June 2016 09:30
PENANDATANGAN: Komitmen berantas narkoba ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Sanggau, Unsur Forkopimda dan sejumlah tokoh masyarakat. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU - Permasalahan narkotika merupakan  satu diantara permasalahan global yang selalu menjadi perhatian serius bagi negara-negara di seluruh dunia. Mengingat kondisinya sampai saat ini belum mampu ditangani dengan baik dan cenderung mengalami peningkatan, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Bupati Sanggau Paolus Hadi, kemarin memimpin langsung acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2016 di Ruang Muswarah Kantor Bupati Sanggau yang dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Sanggau Unsur Forkopimda dan sejumlah tokoh masyarakat. “Dengan adanya kesepakatan ini mari kita berjuang bersama-sama memberantas penggunaan Narkoba ini yang dimulai dari diri kita masing-masing selanjutnya keluarga tetangga sampai kepada masyakarat secara keseluruhan,” ujar Paolus Hadi.

Menurutnya, kejahatan narkotika merupakan kejahatan serius, terorganisir, dan bersifat lintas negara yang dapat menimpa seluruh lapisan masyarakat sehingga menimbulkan kerugian sangat besar, terutama dari segi kesehatan, sosial-ekonomi, dan keamanan.

Kejahatan ini, lanjut dia, dapat menyebabkan hilangnya generasi bangsa (lost generation), cikal bakal penerus pembangunan. “Melalui tema mendengarkan suara hati  anak-anak dan generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Kepala BNNK Sanggau, Ngatiya mengajak seluruh elemen untuk berupaya untuk mencegah penyalahgunaan dan memberantas peredaran gelap narkotika.  Juga sebagai langkah membangun solidaritas untuk menjaga anak-anak bangsa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Indonesia memaknai HANI sebagai momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa narkotika masih menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini.

Dia menyampaikan dalam upaya penanggulangan narkoba baik dalam bidang pengurangan permintaaan (demand reduction) maupun pengurangan pasokan (supply reduction), BNN telah melakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) P4GN ke seluruh pelosok Indonesia, dengan memanfaatkan sarana media cetak, elektronik, maupun media online serta tatap muka secara langsung kepada masyarakat.

Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, BNN juga telah membentuk satgas anti narkoba di seluruh daerah di Indonesia dengan total 19.854 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, swasta, instansi pemerintah, dan masyarakat.  Selain itu dalam rangka deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja sejak tahun 2015 sampai dengan Juni 2016 telah dilakukan test urine terhadap 186.533 orang, di mana teridentifikasi positif sebanyak 1.175 orang (0,63%). 

Di samping itu, BNN juga melakukan langkah pemberdayaan alternatif dengan melatih 705 warga di kawasan rawan narkotika dengan beragam keterampilan life skill sepanjang tahun 2015 hingga 2016. Terkait upaya rehabilitasi dalam kurun waktu 2015 sampai dengan Juni 2016, BNN melalui lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan masyarakat telah merehabilitasi sebanyak 42.429 pecandu, dan korban penyalahgunaan narkotika yang berada di seluruh Indonesia. (sgg)

Berita Terkait