Gelar Kesling dan Pendidikan Lingkungan

Gelar Kesling dan Pendidikan Lingkungan

  Sabtu, 13 Agustus 2016 09:37
EDUKASI LINGKUNGAN: Puluhan orang dari Dusun Cali, Kecamatan Nanga Tayap, sedang menyaksikan film dokumenter orang utan yang juga merupakan salah satu edukasi lingkungan. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Yayasan Palung (YP) dan dan Yayasan ASRI menggelar kegiatan kesehatan keliling (kesling) dan pendidikan lingkungan. Kegiatan berupa pengobatan dan pemutaran film serta edukasi tentang lingkungan ini, dilaksanakan di Cali dan Pangkalan Jihing, Kecamatan Nanga Tayap, 9 dan 10 Agustus lalu.

AHMAD SOFI, Tayap

SALAH satu perwakilan dari Yayasan Palung, Petrus Kanisius, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan dan menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. "Yayasan Palung lebih kepada edukasi lingkungan. Sementara Yayasan ASRI lebih kepada kesehatan berupa pengobatan," kata Petrus, kemarin (12/8).

Pria yang akrab disapa Pit ini menjelaskan, untuk sampai di lokasi tersebut setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 8 jam. Setibanya di Pangkalan Jihing, Yayasan ASRI melakukan pengobatan kepada masyarakat di lokasi itu. Sedangkan Yayasan Palung, melakukan pemutaran film lingkungan di dusun Cali yang berlokasi di halaman sekolah SDN 33 Cali, Nanga Tayap.

Sambutan masyarakat cukup hangat. Masyarakat berbondong-bondong datang untuk berobat dan memeriksa kesehatan mereka. Sebagian dari mereka memeriksa kesehatan seperti penyakit asma, demam, penyakit step, dan ada yang ingin giginya dicabut. "Kita senang masyarakat banyak yang datang," jelasnya.

Karena banyaknya masyarakat yang berobat, kegiatan pengobatan ini dilaksanakan selama dua hari. Begitu juga dengan edukasi lingkungan yang dilaksanakan oleh Yayasan Palung. Informasi yang disampaikan berupa edukasi menjaga dan mencintai orang utan di antaranya tidak membunuh, menangkap, memelihara, dan merusak habitat orang utan.

"Inti materi yang disampaikan tentang hubungan orang utan dan manusia, baik itu terkait dengan keberadaannya terutama habitat, makanan, reproduksi, ancamanannya melalui media boneka (puppet show)," lanjut Pit.

Ia menambahkan, materi tentang orang utan tersebut dipilih agar siswa lebih mencintai dan menjaga lingkungan dan habitat orang utan yang keberadaannya terancam punah. Di mana primata tersebut hanya ada di Indonesia. Kegiatan ini diakhiri dengan menyanyikan lagu si Pongo dan foto bersama.

Pit menceritakan, untuk menjangkau wilayah di Cali dan Pangkalan Jihing cukup sulit. Karena jalan di wilayah tersebut terbilang kurang terawat. Beberapa mobil truk pembawa bibit sawit terlihat berlalu lalang dan beberapa diantaranya membawa kayu olahan (kayu segi). Selain itu juga, di dua lokasi ini belum ada lampu penerangan umum.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa perwakilan dari Yayasan Palung dan Yayasan ASRI serta mahasiswa mahasiswa magang. Kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan baik dari masyarakat dan pihak sekolah. (*)

Berita Terkait