Gelar Jelajah dan Bersih-bersih Bukit Peramas

Gelar Jelajah dan Bersih-bersih Bukit Peramas

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
JELAJAH: Peserta jelajah Bukit Peramas di Pantai Pulau Datok, Sukadana, ketika melakukan kegiatan bersih-bersih, dengan memungut sisa bugkusan makanan dan minuman. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Memperiganti Hari Konservasi Alam Nasional (HKN) tahun 2016 yang jatuh pada 10 Agustus lalu, Balai Taman Nasional Gunung Palung menggelar kegiatan jelajah Bukit Peramas yang terdapat di Pantai Pulau Datok, Sukadana, Sabtu (13/8) lalu. Bukit Peramas dipilih lantaran masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang juga sebagai lokasi wisata.

 
Mengenai hal ini, dikatakan kepala Seksi Balai Taman Nasional Gunung Palung Wilayah Satu Sukadana, Bambang Hari Trimarsito, jika kegiatan ini merupakan bagian dari memperingati HKN. Mereka melakukan berbagai kegiatan di Bukit Peramas di Pantai Pulau Datok.

“Kegiatannya melakukan jelajah Bukit Peramas, sambil melakukan bersih-bersih di lokasi sekitar dan mengamati apa saja yang terdapat di sana (Bukit Peramas, Red). Dan untuk tingkat daerah, kita mengadakan di Sukadana. Kalau untuk tingkat nasional dilakukan di Bali,” terangnya usai kegiatan di Pantai Pulau Datok.

Bambang menambahkan, pemilihan lokasi Bukit Peramas lantaran lokasi Pantai Pulau Datok akan dijadikan pusat kegiatan Sail Selat Karimata. Selain itu, sambung dia, mereka melibatkan pelajar setelah sebelumnya telah melakukan koordinasi kepada pihak sekolah. Harapan dia, agar anak tersebut dapat lebih menigkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Memang sengaja kita libatkan para pelajar dan pemuda yang terdapat di Sukadana. Paling tidak ikut serta dalam menjaga alam ini. Untuk itu kita mengelar aksi bersih-bersih dengan memungut sisa bugkusan makanan dan minuman, yang dibuang sembarangan oleh pengunjung. Sebenarnya sangat disayangkan, setelah melakukan kegiatan tersebut, cukup banyak peserta menemukan sampah yang tertinggal oleh pengunjung,” jelas Bambang.

Ke depannya, dia berjanji lokasi wisata Bukit Peramas akan dilakukan penataan. Bahkan mereka akan membangun pos jaga, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, terkait penataan ini, dirinya sangat mengharapkan partisipasi berbagai pihak. Masyarakat setempat diharapkan dia juga memberikan dukungan mengenai penataan Bukit Peramas yang masuk dalam kawasan Taman Nasional.

“Memang kita tidak dapat menjalankan sendiri, dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Baik masyarakat, pemerintah, serta kalangan anak muda yang ada di Kayong Utara ini. Tujuannya agar lokasi tersebut benar-benar dapat terjaga dan bermanfaat,” tukasnya.

Untuk masukan bagi Balai Taman Nasional Gunung Palong, sengaja mereka memberikan keleluasaan kepada para peserta untuk mencurahkan masukan. Para peserta dipersilakan dia untuk menulis berbentuk simaksi. “Masukan-masukan inilah yang akan kita bahas. Termasuk apa yang mereka lihat dan temukan saat menjelajah di Bukit Peramas,” terangnya.

Mengenai hal ini, disambut baik oleh salah satu perserta, Syarif Rizal. Ia meninlai dengan terselanggaranya kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan. Terlebih, dia menambahkan, untuk di wilayah Taman Nasional Gunung Palung. “Saat menjelajah memang banyak menemukan sampah sisa bungkusan makanan dan minuman yang dibuang sembarangan oleh pengunjung. Bahkan yang lebih parahnya lagi, ada yang menemukan botol bir di lokasi Bukit Peramas itu,” terang Rizal.

Rizal menyarankan, untuk pihak Balai Taman Nasional Gunung Palung, agar dapat benar-benar menata kawasan tersebut dengan baik. Jika sebelumnya pengunjung dengan bebas masuk dan membuang sampah sembarangan, maka ke depan diharapkan dia hak itu tidak bisa terjadi lagi. Bahkan, dia mengungkapkan, tidak jarang ada ditemukan pasangan yang berbuat hal-hal yang tidak wajar di lokasi itu. “Semoga saja ke depannya Bukit Peramas itu dapat benar-benar tertata. Tentunya kerja sama yang baik dari berbagai pihak,” doanya. (dan)

Berita Terkait