Gelar Gerakan Membersihkan Pasar

Gelar Gerakan Membersihkan Pasar

  Selasa, 18 July 2017 10:00
BERSIHKAN PASAR: Sejumlah panitia Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017 dan pengurus pasar baik Kapuas Besar maupun Pasar Tengah mulai mengangkat sampah dari parit. ISTIMEWA

Berita Terkait

Persiapan Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017

PONTIANAK – Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017 yang memang akan digelar pada 22-23 Juli Mendatang. Kendati kegiatan tersebut tinggal beberapa hari lagi, namun panitia sudah mulai disibukkan dengan berbagai persiapan guna menyukseskan acara tersebut. Salah satu yang dilakukan oleh pihak penyelenggara adalah mengenai kesiapan tempat, yakni Pasar Kapuas Besar dan Pasar Tengah. 

Tepat hari Minggu, (16/7), pihak penyelenggara bersama OPD Kota Pontianak, komunitas peduli lingkungan, komunitas seni, serta anggota Danamoners menggelar kegiatan Gerakan Membersihkan Pasar (Gemar). Aktivitas yang dilakukan berupa membersihkan sampah-sampah yang ada di pasar serta yang sampah yang tergenang di Sungai Kapuas.

“Kegiatan ini bertujuan bukan semata-mata untuk membersihkan sampah-sampah yang ada didalam pasar saja, namun lebih pada meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan bersih,” ungkap, Koordinator Program Komunikasi FPR Kote Pontianak 2017, Gusti Enda, kepada Pontianak Post, Minggu (16/7).

Antusiasme pedagang terhadap gerakan ini cukup baik, hal ini terlihat dari reaksi yang ditunjukkan oleh pedagang dengan ikut terlibat dalam membersihkan lingkungan pasar. Keterlibtan berbagai pihak ini dilakukan sebagai langkah awal untuk melakukan perubahan yang lebih besar lagi kedepannya.

“Kita akan terus berupaya agar pasar-pasar tradisional di Kota Pontianak bisa lebih baik lagi dari keadaan sekarang. Dimulai dari kebersihan pasar, tata letak lapak yang baik, peningkatan sarana dan prasarana, dan lainnya. Sehingga kedepannya, pasar-pasar tradisional di Kota Pontianak bisa kembali menjadi tujuan utama masyarakat Kota Pontianak untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Alasan dipilihnya kedua pasar ini, kata dia dikarenakan kondisi pasar yang kotor, sehingga masyarakat mulai meninggalkan pasar tersebut. Sebagain dari masyarakat bahkan lebih senang dengan berbelanja di pasar-pasar moderen. Padahal menurutnya, kedua pasar ini merupakan pasar induk pertama di Kota Pontianak dimana nilai-nilai sejarah dan budaya masih begitu melekat.

“Padahal, Pasar Kapuas Besar dan Pasar Tengah merupakan pasar induk pertama di Kota Pontianak, yang artinya kedudukan dua pasar ini sarat atas nilai-nilai sejarah dan kebudayaan Kota Pontianak,” jelasnya.

Dengan potensi tersebut, lanjutnya, kedua pasar tersebut sebenarnya bisa menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Pontianak. “Pasar tradisional di Kota Pontianak bisa menjadi tujuan wisatawan baik lokal maupun dari luar Pontianak karena keindahannya yang berada di tepi sungai Kapuas dan bangunan tua sebagai saksi sejarah Kota Pontianak,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak kepada masyarakat Pontianak dapat berpartisipasi dalam kegiatan FPR Kote Pontianak 2017. Festival ini sendiri merupakan festival pasar rakyat pertama di Indonesia yang berbasiskan komunitas. “Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk bisa berpartisipasi dan menjadi saksi sejarah dalam acara puncak Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017 pada tanggal 22-23 Juli 2017 di pasar Kenanga, pasar kapuas Besar, dan Pasar Tengah,” tutupnya. (sti)

Berita Terkait