Gawai Dayak Hipnotis Penonton

Gawai Dayak Hipnotis Penonton

  Sabtu, 21 May 2016 10:11
Foto: Meidy/Pontianak Post

Berita Terkait

PONTIANAK - Pembukaan Gawai Dayak ke XXXI di Rumah Radank, Jumat Sore berjalan semarak. Ratusan peserta mengenakan pakaian khas Dayak memperagakan tarian dan bermacam atraksi menghipnotis ribuan penonton yang ada di tempat itu. Pemukulan gong sebanyak 7 kali oleh Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menjadi tanda pembukaan Gawai Adat Dayak tahun ini. Ke depan dia meminta pihak panitia dapat berdiri sendiri dengan pengelolaan anggaran mandiri.

“Pekan Gawai Dayak dapat dijadikan momentum untuk mengembangkan jati diri kita, tetapi bukan kebiasaan kita. Memang tahun ini pemerintah tidak menganggarkan untuk kegiatan ini. Karena kita tidak bisa memberi bantuan secara terus menerus. Namun saya masih menyisihkan dari dana operasional saya,” ucapnya.

Soal anggaran memang dilema. Pemerintah tidak ingin mengeluarkan anggaran bansos untuk mengadakan kegiatan ini. Dia tak ingin gara-gara ini lalu dipenjara dan diperiksa KPK. Maka dari itu, dia meminta masyarakat Dayak intelek dapat bersama berpikir mencari jalan keluar agar ke depan gelaran ini dapat dilakukan secara mandiri.

Pelaksanaan gawai dayak sebagai syukur mendapat hasil panen setahun. Setelah pelaksanaan gawai usai lanjut Cornelis, ia meminta tak ada gawai lanjutan di daerah masing-masing. Hal itu ditekankan supaya semua masyarakat Dayak dapat berhemat. “Nanti usai gawai nanam padi lagi. Sawah dikerjakan, karena itu perintah pemerintah,” terangnya.

Sekarang, pemerintah dan TNI berupaya sekuat tenaga mengajak masyarakat khususnya Dayak yang menjadi petani untuk bertani secara modern menggunakan sawah. Jangan lagi ada bakar-bakar lahan. Dalam waktu dekat ia bersama Pangdam XII Tanjupura akan meninjau lokasi penanaman padi yang telah dikerjakan petani di wilayah Landak. Sebelumnnya ia telah meninjau lahan di wilayah Ketapang.

Menghadapi musim kemarau, Cornelis berpesan masyarakat menjaga kebun dan hutan. Jangan seperti tahun lalu Kalbar mendapat bencana asap. Bencana itu menimbulkan dampak besar, seperti sakit sampai penerbangan dan pelayaran terganggu. “Jangan ada kebiasaan bakar-bakar sekarang. Saya minta temenggung ingatkan jika pulang kampung supaya bisa menyampaikan ke saudara kita,” ucapnya.

Tambah Cornelis, ada kabar baik untuk masyarakat Kalbar. Sebentar lagi, TNI AU dan AL akan dinaikkan kelasnya. Kapolda juga naik kelas, dari tipe B naik ke tipe A. Mudah-mudahan kejaksanaan akan naik kelas.

Sementara itu Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menilai, Gawai Dayak Kalimantan Barat menimbulkan dampak positif bagi Kota Pontianak. Adanya agenda gawai dapat meningkatkan pendapatan daerah. Itu bisa dilihat dengan ramainya peserta dalam even tahunan ini.

Dampaknya hotel-hotel Pontianak terisi, cindera mata khas Pontianak juga jadi buruan pendatang. Ia meaykini itu, karena dalam even tahunan ini, peserta juga datang dari Malaysia. “Selain gawai dayak, di Pontianak masih ada beberapa even besar lain yang berpotensi meningkatkan PAD, di antaranya hari jadi Kote Pontianak dan titik kulminasi. Even-even seperti ini berdampak positif bagi Pontianak. Ini sebagai salah satu cara mengenalkan kota Pontianak ke luar,” terangnya. (Iza)

 

 

Berita Terkait