Gas Melon Semakin Langka

Gas Melon Semakin Langka

  Rabu, 6 December 2017 10:00
MIAN LANGKA: Bariah, menunjukkan Gas Elpiji ukuran 3 Kg kosong yang maaih menunggu kiriman selanjutnya. Gas melon yang kian langka di Ngabang dan sekitarnya membuat masyarakat meminta agar pemerintah mengambil tindakan.MIFTAHUL/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Diminta Ambil Tindakan

NGABANG - Masyarakat di Kabupaten Landak, khususnya di kota Ngabang hingga saat ini masih kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 Kg di pasaran. Kelangkaan gas melon, demikian kerap disebut, di Landak inipun sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga saat ini belum ada upaya pemerintah setempat untuk menyikapi hal tersebut.

Salah satu masyarakat Kota Ngabang, Zulkarnain mengaku sangat sulit mencari gas melon itu dipasaran Landak khususnya di Kota Ngabang.

"Siang tadi saya sudah mencari gas elpiji itu kemana-mana keliling Kota Ngabang. Namun gas elpiji itu memang kosong. Bahkan, saya tanya di agen gas elpiji memang kosong," ujar Zulkarnain, Selasa (5/11) kemarin.

Akhirnya ia pun mendapatkan gas melon di sebuah warung kecil di kawasan Dusun Martalaya Desa Raja. "Harga gas yang dijual oleh pedagang itu sebesar Rp. 25 ribu per tabung. Sayapun akhirnya membeli gas itu," katanya.

Ia berharap supaya Pemkab Landak tanggap dengan langkanya gas melon di Landak. "Bila perlu dilakukan sidak pasar, khusus penjual gas di toko-toko besar dan agen di Landak. Adapun toko atau agen yang ada menjual gas, tapi para pedagang mengatakan gas yang ada dan sudah berisi itu semuanya sudah dipesan orang," keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Landak, Marius Baneng mengatakan, hingga saat ini belum ada pelimpahan masalah gas elpiji ke Diskumindag Landak.

"Kita tidak tahu bagaimana stok gas elpiji di Landak. Kita hanya memantau harga saja. Masalah stok gas ada di provinsi. Apalagi urusan pertambangan dan energi kabupaten sekarang ini sudah diambil alih ke provinsi. Demikian juga dengan pengawasan barang beredar di Diskumindag kabupaten sudah kewenangan provinsi," ujar Marius Baneng.

Dikatakannya, hingga saat inipun pihaknya belum pernah menerima Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gas elpiji. "Kami tidak pernah terima HET untuk gas elpiji dari provinsi. Pengendalian kewenangan HET untuk gas elpiji ini sudah ke provinsi," katanya. (mif)

Berita Terkait