Garry Riyanto Harumkan Nama Kalbar

Garry Riyanto Harumkan Nama Kalbar

  Selasa, 26 April 2016 09:30
CATUR: Garry Riyanto, juara catur cepat 25 menit Fide Rated Internasional kategori junior di Kinabalu, Malaysia 23-24 April 2016

Berita Terkait

Kejuaraan Catur Internasional Sabah Malaysia

PONTIANAK--Berbekal semangat juang yang tinggi, pecatur Kalbar  berhasil meraih prestasi. Garry Riyanto dan Anang Setiawan juara junior pada pertandingan catur cepat Fide Rated di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia yang ke-4. Mereka telah harumkan nama Kalbar di dunia internasional.

Setelah berjuang selama sembilan babak dalam dua hari, 23-24 April , pecatur junior Kalbar berhasil mengukir prestasi yang gemilang dan sangat membanggakan. Melewati capaian tahun 2015 lalu. 

Adalah Garry Riyanto, 15 tahun. Remaja asal Kayong utara itu membuat sejarah baru bagi perkembangan catur Kalbar. Ia menjuarai kategori junior setelah pada babak terakhir menang atas Anang Setiawan sesama pecatur dari Kalbar. Anang Setiawan yang memimpin sejak babak pertama harus puas berada di posisi ketiga,  dengan point 7,5. Sementara itu, juara dua diraih pecatur dari Filipina yang merupakan jawara tahun lalu.

"Saya tak menyangka bisa juara. Apalagi setelah kekalahan pada babak kedua, tapi saya bertekad untuk terus  tampil sebaik mungkin. Ini juga berkat doa dan dukungan kawan-kawan" ujar Garry via telpon dari Kinibalu Malaysia.

Sementara itu, Daffa Abinaya yang juga bertanding di kategori junior memperoleh Best Seven. Ia berhak atas medali dan uang pembinaan dalam bentuk Ringgit Malaysia. Dua pecatur junior lainnya Rifdah Hilmi dan Muhammad Raihan Assovie nyaris memperoleh gelar pemain terbaik, tapi sangat disayangkan, peluang tersebut hilang karena kalah poin dari pecatur Malaysia dan Vietnam  pada babak sembilan.

Basirin Rusli, PNP yang mendampingi atlet mengatakan, keberhasilan Garry Riyanto juara satu dan Anang juara tiga menunjukkan potensi yang dimiliki pecatur Kalbar tidak kalah dengan pecatur lainnya. Mereka hanya kurang kompetisi dan harus diberi kesempatan bertanding sebanyak mungkin ke luar daerah bahkan keluar negeri.

"Menjadi juara di turnamen internasional dengan peserta ratusan orang dari negara Malaysia, Filipina, Brunai Darussalam, Wales, Usbezkistan, Hongkong dan Vietnam bukanlah perkara mudah. Anak-anak Kalbar punya potensi dan kemampuan, dan mereka harus sering bertanding ke luar Kalbar," katanya via telpon.

Pada babak terakhir di kelompok open, peluang juara juga hampir ditorehkan Muhammad Kamalsyah dan MN Hendra Supriadi.

Kamalsyah yang  berhadapan dengan GM Jhon Paul Gomes dari Filipina di meja empat sudah menyerang dan unggul posisi. Bermain dengan buah hitam, Grand Master yang berelo rating 2510 sedikit tertekan. Berbagai upaya dilakukan Kamalsyah untuk menang dan menambah pointnya. Tapi di sisa waktu pikir kurang  dari dua menit, Kamalsyah menerima tawaran draw dari GM Jhon Paul Gomes. Peluang juara menjadi hilang karena hanya mendulang point 6,5. Ia berada di peringkat ke-14  dari 120 pecatur yang tampil. Sungguhpun demikian, ia masih dapat hadiah yang disediakan panitia untuk 15 orang terbaik.

"Hadiah yang saya dapat ini tidak dapat menutupi ongkos dan biaya selama mengikuti pertandingan," keluh Kamalsyah. Ia berharap dapat sponsor dan bantuan untuk mengikuti turnamen pada waktu yang akan datang.

Sementara itu, kondisi tragis juga dialami MN Hendra Supriadi. Peluangnya untuk juara menjadi sirna takkala posisi menang berbalik kalah. Hendra melakukan langkah blunder saat melawan pecatur Filipina, Nouri Hamed. 

Hal yang sama juga terjadi pada Anggar Setiorini. Pecatur dari Kota Singkawang itu punya peluang besar meraih best women. Hanya saja sangat disayangkan, ia tak bisa menambah nilai pada babak-babak terakhir. Poinnya hanya 4,5 dari sembilan kali bertanding. Ia kalah bersaing dengan pecatur wanita Malaysia.

GM Vachidop Tair menjadi pemenang kejuaraan catur cepat 25 menit. Pecatur gaek dari Uzbekistan itu berhak atas hadiah RM 5.300. Tempat kedua diraih IM Nolte Rolendo dari Filipina dan MI Muhammad Ali dari Indonesia di urutan ketiga. (bdi)

Berita Terkait