Gangguan Obsesif Kompulsif

Gangguan Obsesif Kompulsif

  Minggu, 7 February 2016 08:22

Berita Terkait

Konsultasi Kesehatan Jiwa

Tanya:

Bapak ibu di RS Khusus yang saya hormati. Saya ada keluhan yang sangat mengganggu, saya ini tidak bisa sama sekali melihat lingkungan yang kotor, jadi saya selalu melakukan tindakan cuci tangan. Kalau habis melakukan apapun maka saya wajib mencuci tangan. kalau tidak, maka saya merasa kotor. Ini sangat mengganggu saya, akhirnya saya merasa tersisih karena kemana-mana selalu harus siap-siap untuk mencuci tangan. Apa sebenarnya yang terjadi pada diri saya dan bagaimana cara mengatasinya? Terima kasih.

A,Pontianak

Jawab:

Terima kasih atas pertanyaanya. Buat bapak “Abr” di Pontianak, perlu diketahui bahwa setiap individu mengalami perilaku berulang dalam hidupnya, seperti menyenandungkan  lagu yang sama berulang kali selama berjam-jam atau mencuci tangan berulang-ulang ketika merawat anak yang sakit, atau bahkan seseorang mungkin dengan gugup memutuskan untuk mengepel lantai yang bersih pada malam hari ketika ia belajar sebelum ujian.

Tindakan ini dilakukan untuk memperoleh rasa nyaman dan aman yang membantu individu merasa memiliki kendali dan mengurangi rasa cemasnya. Akan tetapi jika perilaku berulang/ritual berulang  yang  muncul akibat rasa takut yang tidak realistis dan mengganggu kehidupan sehari hari bapak seperti fungsi personal, sosial, dan okupasional,  ini baru dikategorikan Gangguan, yang disebut dengan “Gangguan Obsesif Kompulsif” (Obsessive-Compulsive Disorder/OCD).

OCD adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh pengulangan pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya.

OCD dapat terlihat dalam berbagai macam perilaku  yang semuanya dilakukan secara berulang-ulang, tidak bermakna, dan sulit diatasi. Penderita gangguan ini mungkin telah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu tersebut yang timbul secara berulang-ulang akan tetapi tidak mampu menahan dorongan melakukan tindakan berulang untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja. Ritual yang biasa dilakukan oleh penderita OCD adalah Ritual memeriksa (berulang kali kembali memeriksa pintu terkunci).

Ritual menghitung (setiap langkah yang diambil/jumlah plafon), Ritual mencuci tangan berulang-ulang sampai kulit terkelupas (mungkin seperti yang dialami oleh Bapak Abr) dan masih banyak lagi ritual-ritual aneh lainya. Walaupun individu yang mengalami OCD bahkan membuat lelucon tentang perilaku tersebut, sebenarnya hal itu adalah sumber distress dan rasa malu. Penderita seringkali menarik diri dan asosial untuk menyembunyikan perilaku tersebut.

Penyebab OCD tidak diketahui secara pasti, ada beberapa penyebab yang mungkin diduga sebagai  penyebab OCD, antara lain faktor genetik (keturunan), Organik (trauma kepala, infeksi), tipe kepribadian obsesif, pengalaman masa lalu, OCD erat kaitanya dengan depresi atau riwayat kecemasan sebelumnya dan konflik (konflik suami istri, stres di tempat kerja dll).

Penanganan yang dapat dilakukan terhadap penderita OCD adalah dengan: Pertama, terapi perilaku yang berfungsi untuk meningkatkan kendali dan harga diri penderita, contohnya  seperti penderita OCD pada perilaku mencuci tangan diatur waktu kapan ia mesti mencuci tangannya secara bertahap. Bila terjadi peningkatan kecemasan barulah terapis memberikan izin untuk individu OCD mencuci tangannya. Terapi ini efektif menurunkan rasa cemas dan hilang secara perlahan kebiasaan-kebiasaannya itu.Terapi ini juga harus didukung oleh keluarga dan teman terdekat untuk memperkuat hasil yang telah dicapai oleh penderita.   Kedua, terapi obat-obatan. Terapi ini dilakukan oleh dokter untuk mengatasi OCD yang dialami oleh penderita.  Jadi buat Bapak Abr bapak dapat datang ke RS atau menghubungi terapis yang bisa membantu mengatasi masalah Bapak.(diasuh RSK Kalbar Jalan Alianyan No 01 Pontianak)

Berita Terkait