Gangguan Kelenjar Getah Bening

Gangguan Kelenjar Getah Bening

  Jumat, 23 September 2016 09:29

Berita Terkait

Benjolan pada anggota tubuh sebaiknya tak dianggap sepele. Apalagi jika muncul secara mendadak dan disertai rasa nyeri. Perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut ke dokter. Sebab, bisa saja benjolan itu merupakan pertanda adanya gangguan kelenjar getah bening atau kelenjar limfe pada tubuh. 

Oleh : Marsita Riandini

Penyakit kelenjar getah bening kerap terdengar di telinga masyarakat belakangan ini. Apalagi setelah meninggalnya artis Olga Syahputra yang diakibatkan penyakit tersebut. Pemberitaan di media televisi pun kian gencar. 

Lantas apa sebenarnya penyakit kelenjar getah bening ini? Dr. Yustar Mulyadi, Sp.PD-KGEH mengatakan bahwa penyakit kelenjar getah bening merupakan kondisi dimana kelenjar getah bening pada tubuh manusia mengalami pembengkakan di bagian tertentu.

“Dalam tubuh manusia ada banyak kelenjar getah bening, itu sebabnya benjolan yang dialami pasien bisa tumbuh di bagain mana saja, bisa itu di leher, di bawah ketiak, selangkangan dan dibagian lainnya. ” jelas Yustar.

Direktur RSUD Soedarso Pontianak ini mengatakan pasien biasanya datang karena merasa ada benjolan di bagian tertentu pada tubuhnya yang diakibatkan terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening. Pembengkakan terjadi karena kelenjar ingin melawan infeksi yang masuk.  

Getah bening sendiri merupakan bagian kelenjar dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk memproduksi sel darah putih (leukosit) sebagai bentuk pertahanan tubuh dari serangan penyakit. 

“Gejala awal tergantung jenis penyebabnya apa. Paling sering biasanya ditandai dengan lelah, letih, lesu, nafsu makan hilang, serta menurunnya daya tahan tubuh, bahkan disertai demam,” terang Yustar dengan ramah. 

Diagnosa penyakit kelenjar getah bening ini bisa beberapa kemungkinan. Paling banyak adalah TBC kelenjar, infeksi karena kuman non-TBC, limfoma malignum, serta bisa pula karena adanya anak sebar dari tumor primer. Benjolan karena TBC kelenjar, dan limfoma termasuk yang paling banyak ditemui kasusnya. 

“Penyebabnya banyak, jika pembesaran kelenjar TBC karena infeksi kuman TBC. Sedangkan untuk limfoma  ada beberapa teori. Salah satunya karena virus yang mengalami mutasi sel lalu berkembang. Kalau dia anak sebar bisa dari metastase daripada tumor primer menyebar ke getah bening,” katanya. 

Yustar menambahkan gangguan kelenjar getah bening karena kuman TBC dan non-TBC dapat menular. “Tetapi kalau limfoma malignum melalui mutasi sel-sel pada kelenjar getah bening,” ungkapnya.

Gangguan kelenjar getah bening dapat dialami siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, dan dewasa tua. Penderitanya lebih banyak orang-orang usia produktif, karena banyaknya aktivitas yang mereka lakukan sehingga daya tahan tubuhnya menurun. 

Yustar menuturkan semua penyakit, jika tidak diobati, akan berbahaya. Termasuk pula penyakit kelenjar getah bening ini. Bahkan bisa menyebabkan komplikasi. Contohnya ketika seseorang terkena gangguan kelenjar getah bening karena disebabkan TBC kelenjar, jika tidak segera ditangani akan menjadi komplikasi ke bagian lain. 

“Bisa timbul TBC tulang, TBC otak, peradangan, hingga meninggal dunia. Limfoma juga demikian, jika tidak segera diobati dia akan menyebar ke mana-mana,” ulasnya.

Ia menyarankan agar segera dilakukan pemeriksaan jika muncul benjolan di bagian tubuh. Ini untuk mengetahui tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah kemungkinan yang mengkhawatirkan. **

Berita Terkait