Gandakan Upal di Posko Paslon Bupati

Gandakan Upal di Posko Paslon Bupati

  Selasa, 8 December 2015 09:36
UPAL : Dua pengedar uang palsu dan satu tersangka pengganda uang palsu diringkus Polres Ketapang.

Berita Terkait

KETAPANG - Tiga pengedar uang palsu berhasil diringkus anggota Buser Polres Ketapang. Salah satunya merupakan pengganda uang palsu. Bahkan, penggandaan uang palsu dilakukan di posko salah satu pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Ketapang.

Yasmin (53), ditangkap polisi karena kedapatan sedang mengedarkan uang palsu dengan cara membeli ikan di pasar Sukabangun, Senin (7/12). "Pedagang melaporkan hal ini karena uang pecahan Rp50 ribu yang digunakan pelaku membeli ikan terlihat ada kejanggalan," kata Kapolres Ketapang melalui Kasat Reskrim, AKP Belen Anggara Pratama, kemarin (7/12).

Pria yang bekerja sebagai office boy di posko salah satu pasangan calon Bupati ini pun diperiksa oleh anggota KP3L Sukabangun. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Yasmin dibawa ke Mapolres Ketapang. "Setelah diperiksa yang bersangkutan mengakui kalau dialah pengedar sekaligus pengganda uang palsu," jelas Belen.

Tersangka juga mengaku memalsukan uang hanya karena iseng. Ia menggandakan uang palsu tersebut hanya menggunakan mesin printer di posko salah satu pasangan calon Bupati Ketapang. Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita 28 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, 14 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu dan 4 lembar uang palsu pecahan Rp20 ribu. "Totalnya Rp3.580.000," ungkap Belen.

Bapak satu anak ini menjalankan aksinya seorang diri. Ia melakukan perbuatan yang melanggar tersebut hanya iseng dan untuk keperluan pribadi dan tanpa sepengetahuan orang lain. "Ini hanya kenakalan tangan saya. Tidak ada yang menyuruh saya. Hanya saja saya iseng. Maksud hati duit yang saya fotocopy hanya untuk dimasukkan ke dompet biar orang berpikir saya banyak duit," katanya.

Warga Desa Mekar Sari Kecamatan Benua Kayong ini mengaku mendapat ide untuk menggandakan uang ketika melihat orang di posko tempatnya bekerja memfotocopy KTP serta Kartu Keluarga. Kemudian ia mencoba memfotocopy uangnya. "Sudah seminggu, tak ada yang tahu. Saat tidak ada orang di posko baru saya fotocopy. Yang mirip saja yang saya ambil, yang tidak mirip saya buang," ungkapnya.

"Baru hari ini (kemarin; red) saya iseng-seng coba membelikan uang tersebut untuk membeli ikan. Ternyata ketahuan. Saya menyesal melakukan ini," sesalnya.Sementara itu, Polres Ketapang juga menangkap dua pelaku pengedar uang palsu di Ketapang. Yadi (28) ditangkap di Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan pada Kamis (3/12). Sementara penghuni rumah sekaligus pemilik uang palsu, Noto berhasil kabur. Sementara satu tersangka lainnya, Abdul Samad (59) ditangkap di Rasau Jaya, Kubu Raya pada Sabtu (5/12).

"Noto berhasil melarikan diri. Namun saat dilakukan upaya pengejaran, Noto terlihat membuang sebuah tas. Setelah diperiksa tas tersebut ternyata berisi uang palsu sebenyak Rp18 juta," kata Belen.Setelah ilakukan pengembangan, diketahui terdapat satu tersangka lainnya bernama Abdul Samad (59) yang merupakan warga Pontianak yang berpura-pura melakukan transfer uang sebanyak Rp9 juta uang palsu di BNI Ketapang. Pegawai bank yang mengetahui uang yang akan di transfernya palsu, pelaku langsung melarikan diri. "Pelaku berhasil ditangkap di pelabuhan Rasau Jaya, Sabtu dini hari. Sabtu sore pelaku kemudian dibawa ke Polres Ketapang," ungkapnya.

Kedua pelaku sudah mendekam di Polres Ketapang bersama barang bukti sebanyak Rp27 uang palsu dan telah dilakukan pemeriksaan. Sedangkan pemilik uang palsu yakni Noto masih dalam pengejaran. "Dua kasus upal ini tidak ada kaitannya. Namun untuk ketiga pelaku dikenakan Pasal 26 ayat 3 Jo Pasal 36 ayat 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011, ancamannya 15 tahun penjara," ungkapnya. (afi)

 

Berita Terkait