Gambar Lambang Kota Paling Diminati

Gambar Lambang Kota Paling Diminati

  Kamis, 15 September 2016 09:30
PEMINAT TINGGI: Sujud Setyobudi membuat suvenir berbahan kaca pyrex.

Berita Terkait

PERMINTAAN pembuatan suvenir mengerek penjualan produk kerajinan kaca. Itu yang membuat hasil karya perajin asal Gresik semakin diminati. Sebagian besar pembelinya berasal dari instansi kedinasan luar kota. ’’Saat ini pembelinya malah lebih banyak warga luar kota. Mereka meminta dibuatkan beragam bentuk suvenir,’’ kata Sujud Setyo Budi, perajin kaca pyrex asal Desa Gempolkurung, Menganti. Lelaki tersebut mengubah kaca menjadi aneka benda unik. Mulai bentuk naga, kera, cumi-cumi, hingga lumba-lumba. Ada pula bentuk kapal besar seperti terkalungi mutiara bening Sujud mengaku melayani lebih dari 30 pemesan dari luar kota setiap bulan. Banyak pembeli dari Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto. Ada pula pelanggan dari Madura. Misalnya, panitia acara Karapan Sapi. ’’Sebagian besar pelanggan saya instansi pemerintah. Mereka memesan untuk kenang–kenangan acara resmi,’’ ungkap pria asli Malang tersebut. Aksesori yang paling banyak dipesan berbentuk lambang kota. Misalnya, Surabaya dengan lambang suro dan boyo.

 
Sujud melabeli produknya dengan beragam harga. Ada yang dijual dengan harga Rp 20 ribu, Rp 30 ribu, sampai Rp 300 ribu. Semuanya bergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya. Keuntungan yang diperolehnya pun lumayan besar. Sebab, harga 1,5 meter kaca pyrex hanya Rp 50 ribu. Sujud merupakan langganan tetap Pemkab Gresik. Dia menilai modal untuk menekuni kerajinan kaca tidaklah mahal. Kreativitas bisa terbentuk dengan berlatih. ’’Saat ini saya hanya dibantu istri. Kalau ada banyak pesanan dari panitia perkawinan, saya meminta bantuan teman di luar kota,’’ tutur pria pembuat piala Cak dan Yuk Gresik tersebut. Dia mengaku tengah gencar mengikuti pameran di luar kota untuk memasarkan produknya. (hen/c20/ai)

Berita Terkait