Gafatar Ingin Kembali Masyarakat Menolak

Gafatar Ingin Kembali Masyarakat Menolak

  Rabu, 11 May 2016 09:57
JUMPA PERS : Kabag Kesbangpol saat diwawancara wartawan terkait gafatar.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Isu yang menyebutkan kembalinya eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke wilayah Kalbar ditanggapi beragam oleh masyarakat. Namun sebagian masyarakat dengan tegas menyatakan menolak keberadaan mereka, terutama di bumi uncak kapuas. Tidak hanya masyarakat, seluruh kabupaten/kota di Kalbar yang pernah disinggahi eks gafatar tegas menyatakan penolakannya.

Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Jumadi Kamarsyah mengatakan, belum lama ini bersama kabupaten/kota lainnya di Kalbar ada rapat yang membahas isu pengembalian Gafatar ke Kalbar. Sebagai kabupaten yang pernah di tempati eks Gafatar, semua mentakan menolak.Dikhawatirkan jika dipaksakan, akan menimbulkan damap butuk. 

“Semua kabupaten yang pernah dihuni eks Gafatar dengan tegas menolak pengembalian gafatar ke Kalbar,” kata Jumadi di ruang kerjanya, Selasa (10/5). Dia mengatakan, hingga saat ini pernyataan tertulis dari beberapa daerah di Kalbar yang pernah ditempati gafatar belum ada perubahan, yakni tetap menolak. 

“Sampai sekarang ini belum ada perubahan pernyataan, semua menolak,” paparnya.

Dari hasil rapat di kota Pontianak beberapa waktu lalu,  menyebutkan jika Gafatar datang kembali ke Kalbar, harus melalui jalur resmi, sehingga dibawah pengawasan pemerintah. Dia mengkhawatirkan jika daerah menerima gafatar kembali lagi ke daerah domisili mereka di Kalbar, bisa jadi yang datang malah bertambah banyak.Karena yang mengusulkan mereka kembali ke Kalbar dari provinsi asalnya.

Ini, kata Jumadi, mungkin saja atas desakan kelompok Gafatar itu sendiri yang menginginkan kembali ke Kalbar karena dianggap aman dan nyaman.Untukmenangkal isu kedatangan Gafatar ke daerah ini, pihaknya telah menyurati seluruh kecamatan, terutama seperti Kecamatan Putussibau Selatan dan Semitau yang pernah ditempati Gafatar.Demikian dengan kecamatan lain juga telah mereka disurati.

Dengan adanya pemberitaan di media beberapa waktu lalu, kata dia, Kesbangpol telah mewanti-wanti, jangan sampai kembali ke daerah. Karenanya pihak kecamatan di surati, agar selalu waspada karena telah disepakat menolak, bukan hanya Gafatar saja, tapi ormas lain yang membawa faham ataupun idiologi yang menyimpang juga ditolah.“Apapun pahan menyimpang ditolak,” tegas Jumadi.

Mantan sekretaris dinas pertanian tanaman pangan dan peternakan ini memastikan, untuk daerah Kapuas Hulu bersih dari kelpompok Gafatar. Kendati demikian, masyarakat dan perangkat desa dihimbau tetap waspada. 

“Kita sudah mengingatkan, terutama kecamatan Putussibau Selatan dan Semitau, untuk sementara belum ada anggota atau individu Gafatar di daerah ini,” ungkapnya.(aan)

Berita Terkait