Gadget Meninabobokan Generasi Intelek

Gadget Meninabobokan Generasi Intelek

  Rabu, 13 April 2016 09:33   1

Oleh: Bambang Sudarmono

PERKEMBANGAN  gadget yang semakin pesat memang harus diwaspadai, terutama dengan munculnya istilah gadgetmania atau julukan bagi pecandu gadget. Kita sedang berada dalam era globalisasi, tentunya tidak sulit untuk menemukan para gadget mania yang sudah merajalela ke semua kalangan.

Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Contohnya, komputer merupakan alat elektronik yang memiliki pembaruan berbentukgadget, yaitu laptop atau notebook atau netbook dan telepon rumah merupakan alat elektronik yang memiliki pembaruan berbentuk gadget, yaitu handphone.

Tren gadget ini merupakan fenomena baru di tahun melenium ini dan merupakan gejala sosial yang fenomenal yang mampu merambah di semua lapisan masyarakat.Kemudian apakah tran ini bernilai positif atau negatif bagi kalangan mahasiswa. Kalau saya lihat dengan teropong pribadi (perspektif), tren gedget telah meninabobokan mahasiswa dari rasa kepekaan sosial dan mampu mengubah prilaku mahasiswa yang tadinya sosialis menjadi individualis. Dari tren tersebut munculah istilah generasi menunduk bagi mahasiswa yang tidak mampu mengendalikan penggunaan gedgetnya. Istilah ini menurut saya wajar karena beberapa kali saya melakukan pengamatan kepada mahasiswa, misalnya pada saat berkumpul dengan teman-temannya , bukan pada ngobrol atau bercakap-cakap istilah orang negeri jiran ini malah mereka sibuk dengan gedgetnya masing-masing. Kemudian pada saat di ajak ngopi sambil melepas kangen karna lama tak jumpa, eh malah sibuk buat status dengan cekreek....cekreek dengan #kalautakngopitakkeren, akibatnya yang tadinya tujuan awal ingin bencanda gurau untuk melepas kangen eh tahu-tahunya buyar semua karena cekreek sana cekerek sini.

Kemudian yang palin prihatin saya melihatnya karena tren gadget yang sulit terkendali menjadikan generasi intlektual (mahasiswa), malas membaca, malas diskusi, lemah analisa problem sosial dan sebagainya. Maka saya berstatmen bahwa mudah saja menghancurkan negara ini, cukup saja belikan one gadget one person, maka jadilah merekan generasi menunduk, generasi yang individualisme, generasi yang senang cekreek sana cekreek sini. Kalau sudah demikian harapan negera ini kepada mahasiswa tinggalah harapan, karena yang muncul bukan generasi emas tapi generasi yang saya katakan di atas tadi.

Sehingga wajar budaya diskusi, budaya membaca semakin jauh di kalangan mahasiswa. Bergadget boleh-boleh saja namun haruslah cerdas dalam penggunaannya, jangan sampai kita di buat mabuk kepayang olehnya apalagi mahasiswa. Selain tran gadget tersebut muncul juga tran baru yang beriringan dengannya yaitu tren jajanan, kalau dulu saya sewaktu SD, jajanannya bombom (permen), kalau sekarang akibat tren gadget memunculkan tran jajanan baru yaitu jajanan kuota. Orang akan rela tidak makan khususnya mahasiswa dan anak kos, ketimbang tidak mempunyai kuota, karena saya sendiri menjadi saksi bisu teman saya rela tidak makan demi untuk membeli kuota, dia mengatakan hidup ini hampa tanpa kuota, hahaha saya mendengarnya ketawa kemudian saya berfikir gedget ini seperti narkoba, karena orang yang menggunakannya akan candu seperti pecandu narkoba, jika ini terus dibiarkan maka sangat berbahaya untuk keberlangsungan eksistensi jati diri mahasiwa.

Selain berdampak sosial gadget juga berdampak pada kesehatan seseorang terutama kesehatan mata, seperti yang dilansir oleh salah satu media bahwa keseringan dalam penggunaan gadget akan membuat mata cepat rabun bahkan sampai pada kebutaan tentunya sangat berbahaya. Walaupun tulisan ini amburadul dalam menyusun bait demi bait, namun yang ingin saya sampaikan bahwa gadget sejatinya sangat bermanfaat, terutama sebagai salah satu instrumen komunikasi modern dan sebagai penjelajah informasi yang canggih, karena semua informasi akan mampu di akses hanya dengan satu alat ini (gadget), bahkan setiap detik informasi diseluruh dunia mampu diakses, dengan super cepat. Selain itu gadget juga menjadi tren bisnis yang menjanjika karena segala bentuk promosi produk dapat menggunakan gadget selain cos nya murah sebaran informasi juga bisa cepat dan luas. Dengan berbagai manfaat diatas seharunya sebagai generasi intletual (mahasiswa), haruslah cerdas dalam penggunaannya, dan seharunya juga mahasiswa harus lebih aktif dan reaktif terhadap isu-isu yang berkembang dilingkungan sekitar, selain itu analisa nya harus lebih tajam karena tidak ada satu informasi pun yang tertutup jikalau mereka sering menggunakan gadget untuk membaca kemudian didiskusikan dengan orang lain hasil bacaannya. masih banyak lagi manfaat yang didapat jika kita menggunakan gadget dengan cerdas. Jangan sampai gadget yang mengendalikan kita tapi sejatinya kitalah yang harus menegndalikannya karena kita selaku makhluk hidup yang senantiasa berfikir.Begadgetlah dengan cerdas maka dunia akan senantiasa dalam genggamanmu, bergadget dengan tidak cerdas maka siaplah engkau akan dininabobokan oleh dunia mu sendiri.

*) Penulis: Mahasiswa Fisip Untan