Gadai SK Demi SOT

Gadai SK Demi SOT

  Selasa, 29 March 2016 10:34
H Ria Norsan

Berita Terkait

MEMPAWAH-Mencuatnya kasus investasi Sout Our Trade (SOT) di Mempawah menarik perhatian berbagai kalangan. Termasuk Bupati Mempawah, H Ria Norsan. Orang nomor satu di Kabupaten Mempawah itu mengaku prihatin dengan nasib para nasabah yang sampai  saat ini belum mendapatkan kejelasan dari pihak pengelola.

Keprihatinan Bupati Ria Norsan beralasan. Mengingat cukup banyak para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah yang tergiur dengan investasi dengan janji profit 50 persen itu.

“Saya tahu banyak yang menjadi korban dalam praktek investasi ini,” ujar Norsan dalam apel pagi di Halaman Kantor Bupati Mempawah, Senin (28/3). Keganjilan terhadap investasi SOT sebenarnya sudah pernah disampaikan Ria Norsan pada kegiatan sosialisasi yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Aula Kantor Bupati Mempawah pada akhir Februari 2016 lalu.

“Ada yang sampai menggadaikan SK pengangkatan pegawai negeri, bergadai motor dan harta benda lainnya agar bisa ikut investasi,” tuturnya.

Norsan pun tak segan berbagi cerita dan pengalamannya terkait invetasi yang serupa dengan SOT, seperti forex maupun valuta asing (valas). Menurut Norsan, dirinya tidak pernah mendapatkan ada investasi yang berani memberikan jaminan profit hingga 50 persen kepada nasabahnya.

“Bagaimana pun juga hal ini sudah terjadi, tolong jadikan pelajaran agar kedepan tidak terulang lagi,” pesannya. Terkait para aparatur Pemerintah Kabupaten Mempawah yang terjebak dalam investasi SOT, Norsan mengingatkan agar tetap bersemangat dan terus bekerja keras. Para pegawai harus memiliki semangat yang kuat untuk terus mengabdikan demi pelayanan publik yang lebih baik sebagaimana tugas dan tanggungjawabnya.

“Masalah ini tidak boleh mempengaruhi kinerja pegawai di kantor. Tolong kepada para pimpinan SKPD, jika ada staf yang melamun jangan dibiarkan segera ajak berbicara,” tukasnya mengingatkan.

Tidak dapat dipungkiri, cukup banyak PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah yang menjadi nasabah SOT. Mereka mendaftar melalui salah seorang staf pegawai yang juga salah satu jaringan investasi tersebut.

Beberapa sumber terpercaya menyebut nilai investasi para aparatur menembus angka miliaran rupiah. Sebab, nilai investasi setiap pegawai cukup fantastis berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Pernah ketika waktu pencairan profit, staf pegawai (jaringan SOT) membawa uang miliaran untuk dibagikan kepada nasabah dilingkungan Kantor Bupati ,” kenangnya.

Pasca macetnya pembayaran profit SOT, tak heran jika menjadi perbincangan hangat di setiap sudut ruangan di Kantor Bupati Mempawah. Beragam ceritanya pun dialami para nasabah berbaju korp pegawai tersebut. Salah satunya ada yang telah mendapatkan pencairan profit reguler selama enam bulan, namun uang yang didapat tidak membuat dirinya berhenti berinvestasi.

Melainkan terus menambah jumlah investasinya dengan iming-iming mendapatkan uang yang lebih besar. Salah seorang sumber terpercaya mengatakan, rekannya menginvestasikan uang senilai  Rp 20 juta sebagai modal awal bergabung dengan SOT. Dengan memilih paket reguler, nasabah pun mendapatkan Rp10 juta perbulan.

Setelah enam bulan berlalu, si nasabah lantas mendapatkan total pencairan hingga Rp 100 juta. Namun, uang Rp100 juta tersebut lantas diinvestasikan lagi dengan memilih paket investasi kompon. Harapannya, setelah enam bulan kedepan maka si nasabah akan mendapatkan uang tunai antara Rp 900- Rp1 Miliar.

Alih-alih mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, si nasabah harus gigit jari setelah leader SOT, Mahud menghilang. kini, nasib ribuan nasabah SOT masih menggantung. Belum ada kepastian dari para pengurus tentang pembayaran profit maupun pengembalian modal investasi.

Sepekan sudah menghilangnya Leader SOT, Mahud. Kepergiannya yang tak meninggalkan kabar itu tidak hanya berdampak terhadap nasabah, melainkan juga keluarga yang ditinggalkan. Baik istri maupun orang tuanya tampak terbebani dengan kenyataan itu. Menurut sumber dekat dilingkungan keluarga Mahud, kedua orang tuanya begitu terpukul dengan permasalahan itu.

“Kemarin saya berkunjung kerumah orang tua Mahud. Mereka (orang tua) sepertinya shock berat. Sering melamun dan kehilangan nafsu makan. Mungkin kepikiran dengan permasalahan itu,” ucap sumber tersebut.

Sebab, dikatakannya hampir setiap hari ada saja orang yang datang kerumah orang tuanya untuk menanyakan keberadaan Mahud. Mereka pun mengaku sama sekali tidak tahu kemana arah kepergian Mahud dan seperti apa kondisinya.

“Orang tuanya memiliki keyakinan jika Mahud pasti akan kembali ke Mempawah dan menyelesaikan semua permasalahan tersebut. Dia hanya minta agar semuanya mendoakan agar mahud bisa pulang dalam keadaan sehat,” pintanya.

Sementara itu, salah seorang jaringan SOT, Eko warga Mempawah dikabarkan dilarikan ke RSUD Dr Rubini Mempawah pada Minggu (27/3) malam. Eko diduga mengalami depresi lantaran menjadi sasaran para nasabah dalam kasus investasi tersebut.

“Setelah mendapatkan perawatan di  RSUD Dr Rubini Mempawah, langsung di rujuk ke RS Antonius Pontianak. Belum tahu perkembangan kondisinya seperti apa,” ujar salah seorang rekannya.(wah)

Berita Terkait