FSEI Buka Jurusan Manajemen Haji & Umrah

FSEI Buka Jurusan Manajemen Haji & Umrah

  Sabtu, 8 Oktober 2016 10:06

Berita Terkait

MENANGGAPI sambutan Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Pontianak, Dr Ichsan Iqbal MA yang berencana membuka Jurusan Manajemen Haji dan Umrah. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Prof Dr H Abdul Djamil MA mengatakan, salah satu permasalahan yang dihadapi oleh perguruan tinggi adalah persoalan relevansi.

"Ketika perguruan tinggi itu diminati atau tidak, maka kita dihadapkan pada relevansi dengan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat," katanya, ketika menjadi pembicara pada Studium General FSEI di Aula Kampus, pada Jumat (10/7).

Pada awal perkembangannya fakultas syariah, hanya membuka jurusan muamalah. Pada masa-masa berikutnya mengalami kebutuhan ketika memberikan ulasan ekonomi Islam, maka muncul jurusan Ekonomi Islam yang bakal diminati. Selanjutnya, ketika muncul persoalan di bidang perbankan syariah maka muncul jurusan perbankan syariah.

"Sebagai Dirjen Haji dan Umrah Kemenag RI, saya sangat respon rencana tersebut," katanya, sembari mengatakan itu sudah menjadi agenda pengembangan prodi masa depan.

"Ada suatu kebutuhan yang membuat civitas akademika perguruan tinggi keagamaan Islam untuk membuka Jurusan Manajemen Haji dan Umrah. Dan ada suatu tuntutan kebutuhan masyarakat, serta ada permintaan ahli ketika persoalan haji mengalami hiruk pikuk dibicarakan orang," tambahnya.

Orang nomor satu yang menangani urusan Haji dan Umrah itu mengaku, rencana ini membutuhkan kajian spesifik bersifat akademik dan memerlukan pakar keuangan dan ekonomi syariah. “Sangat tepat jika IAIN Pontianak merespon secara cepat untuk mengkaji akademik sebagai kajian masa depan dengan melihat begitu banyaknya persoalan haji dan umrah yang dihadapi,” tuturnya.

Seiring dengan kebijakan pemerintah Saudi Arabia, saat ini yang sedang mengalami kegoncangan ekonomi dan mempersilahkan sebanyak mungkin jemaah umrah untuk masuk ke negaranya. "Tidak hanya haji yang mengalami kepadatan jadwal, kegiatan umrah pun mengalami hal serupa," papar Abdul.

Karena itu, sambungnya, ibadah haji dan umrah memerlukan manajemen penyelenggaraan dan lebih mahal dibanding ibadah lainnya. "Penyelanggaran haji dan umrah memang memiliki karakteristik berbeda karena melibatkan banyak pihak, mengelola banyak uang, waktu operasional terbatas, pelaksanaan kegiatan tidak hanya di tanah air, tetapi juga di Saudi Arabia," pungkasnya. (d4/ser)

 

Berita Terkait