Fransiska Akhirnya Meninggal

Fransiska Akhirnya Meninggal

  Selasa, 20 September 2016 09:50

Berita Terkait

MENINGGAL: Fransiska Munaka (26), warga Teluk Sindur yang dibacok tetangganya, akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau dan RS Antonius Pontianak.

BIKA – Fransiska Munaka (26), korban pembancokan tetangga sendiri, Ajiu alias Engkat (26), akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya tiba di rumah duka Desa Teluk Sinur, Kecamatan Bika, Minggu (18/9) pukul 15.00 WIB dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Almarhumah sebelumnya sempat dirawat intensif di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, namun kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Sabtu (17/9).

 
Jenazah Fransiska yang dibawa menggunakan ambulans tersebut, disambut warga sekitar dengan isak tangis dari keluarga. Kurang lebih 10 hari dirawat, korban pun menghembuskan napas terakhir.

Penyambutan jenazah korban dikawal puluhan anggota Polres Kapuas Hulu, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan antara keluarga korban dan tersangka. Apalagi antara korban dan pelaku merupakan tetangga dekat. Sementara pelaku yang sempat melarikan diri, kini sudah ditahan di Mapolres Kapuas Hulu. Dia ditangkap petugas, Jumat (9/9) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fransiska merupakan korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, Ajiu alias Engkat (26), pada Kamis (8/9) malam. Dia ditikam pada beberapa bagian tubuh seperti bagian perut, lengan dan leher, bagian kepala, dan belakang. Kejadian tragis tersebut berlangsung di Desa Teluk Sinur, Kecamatan Bika. Motif pembunuhan berawal pada saat korban dan pelaku hendak transaksi jual beli HP.

Kepala Polres Kapuas Hulu melalui Kepala Polsek (Kapolsek) Bika Ipda Pungut Puji Harsana, membenarkan informasi yang menyebutkan bahwa Fransika sudah meninggal dunia, Sabtu (17/9) lalu di Pontianak. Dia juga telah memastikan bahwa jenazah korban telah tiba di rumah duka, Minggu (18/9), pukul 15.00 WIB. Bahkan, sebelum Almarhumah tiba di Putussibau, kelurga korban di Pontianak sempat menghubunginya untuk meminta pengamanan serta antisipasi terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Begitu korban meninggal, keluarga korban langsung meminta pengamanan polisi, takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” terang Puji. Atas permintaan dari keluarga korban itu, jajaran Polsek Bika pun langsung melakukan pengamanan. Bahkan, Minggu (18/9), pihaknya melakukan pengamanan hingga Senin (19/9) dini hari. “Situasi aman dan kondusif, masing-masing pihak sudah menyadari,” ucap dia.

Walaupun keadaan kondusif, jajaran Polsek Bika tetap memonitor di sekitar rumah duka dengan piket patroli. “Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, keluarga korban menyadari dan pelaku sudah sama-sama menyadari,” ucapnya.

Oleh karena itu, dia berharap jangan ada saling dendam. Sedangkan pelaku, Engkat, dipastikan dia, sudah ditangkap aparat dari Mapolres Kapuas Hulu, Jumat (9/9) pukul 21.30 WIB.(aan)

 

Berita Terkait