Foto Dicatut, Mantan Dirut Bank Kalbar Lapor Polisi

Foto Dicatut, Mantan Dirut Bank Kalbar Lapor Polisi

  Rabu, 20 September 2017 20:40

Berita Terkait

PONTIANAK-Merasa dirugikan karena fotonya dicatut dalam Surat Izin Usaha nomor 710.07/2022/VII/2011 tanggal 12 Oktober 2014 yang terindikasi penipuan, mantan Direktur Utama Bank Kalbar Sudirman HMY melaporkan persoalan itu ke kepolisian.

Sudirman pertama kali menemukan fotonya tertera di lembaran SIUP itu pada Maret 2017. Lembaran itu tersebar di daerah Jember.  "Teman di perbankan di Jember kenal dengan teman saya disini. Jadi foto itu pun diforwardkan ke teman saya dan diteruskan lagi ke saya," cerita Sudirman saat konferensi pers di Bank Kalbar, Rabu (20/9). 

Sudirman menyatakan foto yang terpajang di lembaran itum merupakan fotonya lima tahun lalu. Diduga pelaku mengambilnya dari foto kegiatan yang terpampang di website Bank Kalbar. Saat itu ia masih menjabat sebagai Direktur Bank Kalbar. 

Selain di Jember, lembaran SIUP bersama cek dengan nilai uang lebih dari Rp3 miliar itu juga tersebar di Pontianak. Bahkan Sudirman mendapat kabar terakhir baru-baru itu jika SIUP dan cek itu juga tersebar di Bengkulu.

Di dalam lembaran SIUP itu tertera nama H Hendi Santoso selaku Presiden Direktur PT Karya Bumi Nusantara dengan alamat di Jalan Hayam Wuruk KV 17-19 nomor 149 Jakarta Pusat. 

Sudirman memastikan cek yang dilampirkan itu palsu. Termasuk data yang tertera di lembaran SIUP.  "Polisi sudah menyatakan itu palsu, alamat yang ada di SIUP juga dicek tapi tidak ada. Nomor HP-nya sempat aktif dan kemudian tidak aktif lagi," kata dia. 

Sudirman merasa dirugikan dengan hal ini. Karena itu ia melapor kepolisi. Laporan pertamanya di Polda Kalbar 31 Maret 2017. Mengingat lembaran sudah tersebar luas, Sudirman pun kembali melapor ke Mabes Polri.

Untuk Mabes Polri, Sudirman memasukkan dua laporan. Laporan pertama tanggal 21 April ke bagian Subdit II Perbankan. Kemudian laporan kedua di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus tanggal 23 Mei 2017. 

Dengan adanya laporan itu, Sudirman pun menegaskan tidak turut serta jika dikemudian hari ada yang menjadi korban penipuan. "Saya minta masyarakat waspada jangan sampai menjadi korban penipuan. Karena saya tidak terlibat di dalam dan saya tidak bertanggungjawab atas kejadian apapun," tegas Sudirman. (mse)

Berita Terkait