Form e-KTP Habis

Form e-KTP Habis

  Jumat, 29 July 2016 11:05
TERSENDAT: Pelayanan pengurusan e-KTP di Kota Pontianak sempat tersendat karena kehabisan form e-KTP. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Payanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kota Pontianak tersendat. Jumlah blangko cetak e-KTP di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terbatas, bahkan mengalami kekosongan.

 
Kepala Disdukcapil Kota Pontianak Suparma menjelaskan, Pontianak akan mendapatkan pasokan sebanyak 425 blangko cetak e-KTP dari pusat.

“Blangko e-KTP kembali habis, hari ini akan datang sementara sejumlah 425 lembar, karena pengadaan blangko ini dari pusat,” ungkap Suparma, Kamis (28/7).

Dia menjelaskan kekosongan terjadi lantaran pengadaan blangko, tinta, printer dan semua yang berhubungan dengan operasional e-KTP dipasok langsung dari pusat. “Pemerintah Kota hanya kebagian jatah cetak saja,” katanya.

Demi menanggulangi kekosongan blangko tersebut, Disdukcapil Kota Pontianak terpaksa memberikan surat keterangan sebagai pengganti KTP untuk sementara waktu.

Menurutnya, pada akhir Agustus akan ada proses lelang untuk menambah kebutuhan blangko. Karena itu bagi warga yang datang mengurus e-KTP untuk sementara diberi surat keterangan saja. “Jadi masyarakat harap maklumlah, karena ini bukan cuma terjadi di Pontianak, tapi juga seluruh Indonesia,” terangnya.

Mengenai persediaan blangko e-KTP, Suparma menjelaskan, sisa blangko yang ada di pusat hanya tinggal tiga ribu saja. Dari jumlah tersebut Kota Pontianak hanya mendapat jatah 425 lembar.

Padahal kebutuhan di kota ini mencapai 11.023 lembar. Angka tersebut terus meningkat dari yang sebelumnya hanya 5.000 pada awal tahun lalu. Lonjakan angka terjadi dikarenakan pertambahan usia penduduk di kota ini. Seperti contoh mereka yang sebelumnya belum masuk kategori warga wajib KTP, kini sudah berusia 17 tahun. “Jumlahnya tiap bulan bisa mencapai ribuan,” ucapnya.

Jadi sementara ini peruntukkan sebanyak 425 blangko yang ada dikhususkan bagi mereka yang mendesak. Misalnya karena sudah dekat musim haji ini untuk mereka yang mau berangkat, atau ada orang yang mau berobat, juga untuk mahasiswa yang sudah setahun dua tahun memerlukan KTP sementara secara fisik belum punya.

Untuk proses pencetakannya, Suparma menjelaskan berdasarkan sistem Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan antrean ada di pusat. Karenanya, tidak bisa dalam menentukan pencetakan didahulukan atau ditunda.

“Yang jelas, mereka yang punya NIK, mau untuk urusan di bank, kepolisian, semua ada. Kami sudah ada kerjasama. Kalau bank ragu, kadang bank juga datang ke kami untuk tanya keabsahan,” pungkasnya.(bar)

Berita Terkait