Fogging Sekolah di Sungai Pinyuh

Fogging Sekolah di Sungai Pinyuh

  Selasa, 8 December 2015 09:16
FOGGING : Petugas sedang melakukan fogging diruangan kelas

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH-Kecamatan Sungai Pinyuh menjadi salah satu daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Mengantisipasi perkembangbiakan dan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, Puskesmas melakukan aksi foggingisasi di sekolah-sekolah yang ada diwilayah tersebut.

“Fogging ini sebagai langkah pemberantasan terhadap sarang-sarang nyamuk Aedes Aegypti yang ada dilingkungan masyarakat. Aksi ini sengaja kita lakukan dilingkungan sekolah, karena usia anak-anak sangat rentan terhadap DBD,” pendapat Petugas Sanitasi Pukesmas Sungai Pinyuh, Manurung kepada wartawan, kemarin.Manurung menyebut aksi foggingnisasi yang dilakukan jajarannya sebagai tindaklanjut dari intruksi Dinas Kesehata (Dinkes) Kabupaten Mempawah terhadap upaya menekan tingkat DBD diwilayah Kecamatan Sungai Pinyuh. Sebab, Sungai Pinyuh sendiri menjadi salah satu daerah yang sangat rawan terhadap penularan penyakit tersebut.

“Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan yang menyebabkan munculnya genangan dan kantung-kantung air dilingkungan masyarakat. Nah, titik-titik air itulah yang sangat potensial  menjadi wadah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” paparnya. Dalam penindakan pemberantasan sarang nyamuk, ungkap dia ada tigalangkah yang dapat dilakukan masyarakat. Yakni mencegah perkembangbiakan nyamuk melalui pemberantasan sarang nyamuk, memberantas jentik-jentik yang merupakan cikak banyak nyamuk dan pemberantasan nyamuk dewasa.

“Terhadap tiga langkah itu maka perlu dilakukan gerakan foggingnisasi dan menaburkan bubuk Abate pada tempat-tempat penampungan air. Nah, untuk upaya foggingnisasi dan pemberian abate ini akan kita lakukan secara gratis di sekolah-sekolah,” tegasnya.Disamping upaya yang dilakukan pihaknya, Manurung pun menyebut kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi poin penting untuk memberantas sarang nyamuk. Sebab, lingkungan yang kumuh dan kotor sangat potensial menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Makanya kami mengimbau masyarakat agar lebih aktif membersihkan lingkungan tempat tinggalnya dengan menggalakan gerakan bhakti social atau gotong royong. Jika lingkungan sudah tertata dengan baik dan bersih, maka perkembangbiakan nyamuk bisa ditangkal,” pungkasnya. (wah)

Berita Terkait